JAKARTA - Vanuatu tegaskan dukungannya terhadap pemerintah Indonesia terkait kasus Papua. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Vanuatu saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natelagawa.
Pernyataan tersebut menyusul sejarah hubungan Vanuatu dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka yang memiliki kantor perwakilan di Vanuatu. Meskipun demikian, Vanuatu menegaskan dukungan mereka atas keutuhan NKRI.
"Vanuatu sepenuhnya menghormati kedaulatan wilayah Republik Indonesia dan selalu menganggap Papua adalah bagian dari wilayah Indonesia", ujar Menteri Luar Negeri Vanuatu Alfred Carlot dalam konferensi pers usai penandatanganan Development Cooperation Agreement (DCA) di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta, Selasa, (20/12/2011).
Dalam pertemuan yang berlangsung untuk pertama kalinya bagi kedua negara, Menlu Carlot juga mengatakan Vanuatu mendukung langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia terkait persoalan Papua dengan pemberian otonomi khusus bagi daerah tersebut.
Konflik di Papua memang terus bertambah dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya warga Papua terlibat konflik di lokasi pertambangan Freeport. Ini tidak lepas dari tuntutan pekerja yang sebagian besar warga Papua menginginkan kenaikan gaji.
Hal ini pun diikuti oleh Freeport yang memberikan kenaikan gaji. Kerap kali konflik terjadi di saat perayaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) setiap 1 Desember. Namun, pada peringatan tahun ini tidak ada konflik besar yang terjadi.
Tetapi terjadi insiden memilukan pada peringatan ini. Bripda Ridwan Napitupulu, Bintara dari Satuan Intelkrim Polres Jayapura diketahui mengalami penganiayaan pada Kamis 1 Desember malam.
Akibat insiden ini tewas akibat terkena panah orang tak dikenal. Korban sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Jayapura selama dua hari setelah paha kanannya terkena panah orang tak dikenal saat akan melakukan pengecekan soal pengibaran bendara Bintang Fajar di Kampung Berap, Distrik Nimbrokang, Kabupaten Jayapura.
Korban juga sempat dianiaya oleh 15 orang tak dikenal tersebut. Sementara rekan korban, Kanit Intelkam Intelkam Polsek Nombrokang, Bripka Dian Budi Santoso, berhasil lolos dari pengroyokan.
(Fajar Nugraha)