JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Michael Tene berkomentar mengenai desakan penolakan terhadap seragam polisi pemberian Duta Besar RI Riphat Kesoema ke Pemerintah Vanuatu. Menurutnya, pemberian itu adalah sebuah simbol kerjasama yang juga disambut oleh Pemerintah Vanuatu.
Pada Rabu kemarin, mantan Perdana Menteri Vanuatu Barack Sope mendesak Pemerintah Vanuatu menolak pemberian dari Dubes Riphat Kesoema yaitu seragam polisi. Menurut Sope, pemberian itu merupakan hadiah yang berkaitan dengan dukungan terhadap pertumpahan darah di Papua barat.
Michael Tene pun langsung berkomentar mengenai desakan yang diutarakan Sope terhadap Pemerintah Vanuatu. Tene menjelaskan bahwa seragam polisi itu adalah bantuan kerjasama.
"Itu bukan hadiah dari duta besar, itu bantuan kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Vanuatu," ujar Tene saat dihubungi Okezone, Kamis (28/2/2013).
"Yang bisa kita sampaikan adalah Pemerintah Indonesia dan Vanuatu memiliki hubungan yang baik. Selain itu kita juga mengembangkan kerjasama dalam satu bidang," papar Tene.
Tene pun menambahkan, pemberian yang diberikan Dubes Riphat ke Pemerintah Vanuatu adalah bentuk dari manifestasi kerjasama kepolisian antar Indonesia dan Vanuatu. Vanuatu sendiri sangat menyambut kerjasama itu.
Seperti diketahui, pada saat Dubes Riphat menunjukkan surat kepercayaannya di depan Presiden Vanuatu Lolu Johnson Abil, Dubes Riphat mengatakan pula bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membantu Vanuatu dalam peningkatan kapasitas dan kerjasama lain. Presiden Abil juga menyampaikan salam hangatnya kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan warga Indonesia.
(Aulia Akbar)