Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Radiant Utama bidik pendapatan Rp1,2 T

Radiant Utama bidik pendapatan Rp1,2 T
A
A
A



Sindonews.com - Perusahaan jasa kontraktor minyak dan gas, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh sebesar 11,2 persen menjadi Rp1,239 triliun dari Rp1,109 triliun perkiraan pendapatan tahun lalu.

Kenaikan tersebut didukung kontrak tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun, yang terdiri dari Rp750 miliar kontrak baru dan Rp750 miliar kontrak bawaan (carry over).

”Kenaikan pendapatan tersebut akan membuat laba bersih kami di 2012 melonjak 250 persen, menjadi sekitar Rp42 miliar dari Rp12 miliar tahun lalu,” ujar Direktur Utama RUIS Sofwan Farisyi di Jakarta, Selasa 24 Januari 2012.

Menurut dia, kontrak-kontrak baru yang diperoleh perseroan terutama berasal dari mobile offshore production unit (MOPU). Nilai kontraknya mengalami kenaikan karena adanya peningkatan tarif harian dari MOPU. Sementara, besarnya laba di tahun ini, disebabkan tidak tercapainya target keuntungan tahun lalu sebesar Rp34 miliar karena adanya rugi kurs pascaakuisisi MOPU. Sehingga, laba bersih perseroan di akhir 2011 hanya berada di angka Rp12 miliar.

”Setelah akuisisi ternyata dolar AS menguat, sehingga kami mengalami rugi kurs mencapai Rp20 miliar,” kata dia.

Tahun lalu RUIS mengambil alih salah satu aset milik Maleo MOPU Producer Inc (MMPI), berupa MOPU, senilai USD35 juta. Pembelian dilakukan anak usaha PT Supraco Lines, dengan menggunakan fasilitas pinjaman dari Bank DBS Indonesia dan Enterprise Fund Ltd. Adapun, pinjaman menggunakan jaminan berupa aset MOPU yang dibeli tersebut.

Sebelum diakuisisi, MOPU telah dipergunakan perseroan sejak 2006 untuk produksi migas lepas pantai Selat Madura, dengan cara menyewa. Setelah lima tahun pemakaian, perseroan memutuskan untuk memilikinya. Dengan kepemilikan MOPU secara langsung, RUIS bisa mendapatkan tambahan kontrak baru, melalui anak usaha PT Supraco Lines, selaku pemilik MOPU. Saat ini Supraco tengah mengincar kontrak floating storage offloading senilai USD60 juta untuk lima tahun ke depan. ”Kami harapkan sudah ada ke-pastian bulan Maret ini,”kata dia.

Obligasi dan IPO anak usaha
Tahun ini RUIS akan melakukan penerbitan obligasi senilai Rp300–400 miliar yang akan dilakukan pada semester I/2012. Dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembiayaan kembali (refinancing) utang jangka panjang.

Selain itu, perseroan berencana melepas sebagian saham beberapa anak usaha kepada publik. Langkah penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) itu masih dalam kajian internal.

Sekretaris Perusahaan RUIS Coki Lubis mengatakan, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 40 miliar, yang akan menggunakan kombinasi kas internal dan pinjaman bank.

Analis BNI Securities Viviet S Putri mengatakan, kinerja emiten seperti RUIS akan tergantung pada harga minyak. Jika harga minyak dunia mengalami kenaikan, maka kinerja perseroan akan mengalami pertumbuhan signifikan. Kenaikan performa RUIS juga tidak lepas dari akuisisi terhadap MOPU yang menjadi aset yang menghasilkan.

”Ke depan tren harga minyak diperkirakan akan naik. Ini bagus bagi kinerja mereka,” kata dia. (bro)

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement