JOHANNESBURG - Militan Al Shabab melarang masuk Komite Palang Merah Internasional (ICRC) ke Somalia. ICRC sebelumnya hendak masuk ke negara tersebut untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan.
"ICRC mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh penduduk setempat," ujar Al Shabab, seperti dikutip Deutsche Presse, Selasa (31/1/2012).
Al Shabab mengatakan, sebanyak 70 persen bantuan pangan yang didistribusikan tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Meski demikian, ICRC pun membantah perkataan para militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu.
Pada 12 Januari, ICRC terpaksa menunda pengiriman bantuan ke negeri yang kelaparan itu karena adanya larangan dari Al Shabab. Sebelumnya, ICRC selalu mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi terpencil yang sangat membutuhkan makanan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengestimasikan, 250 ribu warga Somalia sekarat karena kelaparan dan jutaan lainnya membutuhkan makanan.
Pada 2011 lalu, truk ICRC yang membawa bantuan pangan ke Somalia tersendat di sebuah jalanan berlumpur. Pada saat itu, hujan deras mengguyur Somalia dan hal itupun berdampak buruk bagi bantuan kemanusiaan yang mereka bawa.
Hingga saat ini, Al Shabab juga masih melarang seluruh badan bantuan dari luar negeri yang hendak menolong warga Somalia. Al Shabab menuding setiap organisasi kemanusiaan itu memiliki misi terselubung yang berbau politis terhadap warga Somalia.
(Aulia Akbar)