SURABAYA - Serangan ulat bulu yang melanda Kota Surabaya menyebabkan sejumlah warga menderita gatal-gatal.
Pemerintah kota Surabaya dinilai lamban dalam menangani wabah tersebut. Pasalnya, ulat bulu tersebut sudah menyerang sejak dua pekan lalu dan baru ditangani.
"Serangan ulat bulu itu sudah sejak 2 minggu lalu. Serangan ulat bulu ini dikethuai ketika saya merasa gatal-gatal. Saat itu memang sedang menjemur pakaian. Tahu-tahu ada ulat bulu di pohon Mangga belakang rumah," kata Dedy Rukhyat (40) warga Jalan Bendul Merisi Nomer 3A, Surabaya, Rabu (7/3/2012).
Ketika di rumahnya terdapat ratusan ulat bulu itu, Dedy langsung menuju ke rumah tetangganya. Dan ternyata, ulat bulu sudah ada di pohon milik warga. "Kira-kira sekitar radius 500 meter yang juga terserang ulat bulu itu," katanya.
Dedy pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pertanian dan Dinas Pertamanan kota Surabaya. Namun, kedua instansi tersebut tidak segera mengambil tindakkan. Bahkan warga sendiri berupaya sebisanya untuk memberantas ulat bulu ini.
"Kadang kami semprot dengan minyak tanah dicampur dengan kapur barus. Tapi itu belum bisa membuat ulat bulu ini mati," ujarnya.
Karena kesal tidak ada tindakkan dari pemerintah, Dedy kemudian melaporkan ke awak media. "Baru setelah itu pihak dinas turun langsung menyemprot pestisida," katanya.
Sementara saat ini, sejumlah warga masih menderita gatal-gatal dan solusianya selain pergi ke Puskesmas dan ada pula yang meminum obat untuk meredakan gatal-gatal itu. Kedepan ia berharapo supaya pemerintah lebih cepat dan tanggap.
"Jangan nunggu diekspos dulu baru kemudian bertindak. Harusnya lebih cepat karena ini untuk kepentingan warga," tegas Dedy.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.