Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tujuh Kecamatan di Surabaya Diserang Ulat Bulu

Nurul Arifin , Jurnalis-Rabu, 07 Maret 2012 |20:06 WIB
Tujuh Kecamatan di Surabaya Diserang Ulat Bulu
Ilustrasi
A
A
A

SURABAYA - Sebanyak tujuh kecamatan di Kota Surabaya, Jawa Timur, terkena serangan ulat bulu. Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Wiyung, Jambangan, Gayungan, Genteng, Semampir, Mulyorejo, dan Kecamatan Rungkut.

Menurut Satgas Ulat Bulu Dinas Pertanian Kota Surabaya Teguh Riyanto, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah berkembangan ulat bulu tersebut. Ternyata, dari tujuh kecamatan ini tidak ada perkembangan yang signifikan.

"Kami sudah melakukan penyemprotan inang dari ulat bulu tersebut, termasuk untuk pohon yang dihinggapi kita suntikkan pestisida," kata Teguh saat dihubungi, Rabu (7/3/2012).

Teguh menjelaskan, berkembangnya ulat bulu ini karena beberapa predator alami banyak dibunuh oleh manusia. Contohnya Burung yang selama ini menjadi pemakan ulat menjadi berkurang karena banyak diburu. Termasuk, semut rang-rang yang notabene memakan larva kupu-kupu tapi krotonya (telur semut rang-rang) diambil untuk pakan burung.

Akibatnya, populasi menjadi tidak berimbang sehingga ulat bulu dapat berkembang biak. Terlebih lagi kondisi cuaca yang bergantian antara panas dan hujang menjadikan udara semakin lembab.

"Cuaca yang lembab ini menjadi larva kupu-kupu semakin cepat berkembang biak. Sementara predator alaminya berkurang," ujarnya.

Teguh menambahkan, ulat bulu yang saat ini menyerang di tujuh kecamatan itu tidak jauh beda dengan beberapa ulat bulu dibanding tahun sebelumnya. Jenisnya, ada ulat yang berbulu dan ada yang tidak. Dari Dinas Pertanian sendiri telah menyiapkan tim khusus untuk mengatasi masalah ini.

"Tim pembasmi ulat bulu ada tujuh orang untuk 1 tim. Selain ada satgas penyemprot juga disertai dengan pengamat hama," jelasnya. Dia juga menyebut, pihak dinas akan bertindak jika ada laporan dari masyarakat. Parameternya, jika satu pohon terdapat antara 50-100 ekor.

"Jika ada satu atau dua saja warga sendiri bisa menanganinya," tukasnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement