Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peran Teman Bantu Tugas Guru BK di Sekolah

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Rabu, 28 Maret 2012 |18:51 WIB
Peran Teman Bantu Tugas Guru BK di Sekolah
Foto : Unnes
A
A
A

JAKARTA - Mungkin sebagian pelajar merasa nyaman berbagi permasalahan yang mereka alami kepada teman sebaya daripada dengan guru Bimbingan Konseling (BK) yang ada di tiap sekolah.

Teman sebaya berperan sebagai sahabat yang baik untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi teman lain. Namun, hal ini bukan berarti dapat mengganti posisi konselor maupun guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.

Hal ini disampaikan ahli Peer Counseling dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Suwarjo Raharjo dalam Seminar Optimaliasasi Layanan Konseling Melalui Konseling Peer to Peer (Sebaya) di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Hal tersebut dikarenakan dalam peer counseling, seorang peer hanyalah dilatihkan teknik dasar dalam membantu individu dalam memecahkan suatu masalah. Belum mencapai pada teknik yang spesisifik,” kata Suwarjo seperti disitat dari laman Unnes, Rabu (28/3/2012).

Dalam kegiatan besutan himpunan mahasiswa (Hima) Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes tersebut Sujarwo mengungkapkan, keberadaan “konseling sebaya” sangatlah dibutuhkan. Terutama dalam membantu kinerja konselor ataupun guru BK di sekolah.

“Setiap peer nantinya dilatih untuk dapat mempunyai berbagai keterampilan sebagai modal utama dalam pemberian bantuan layanan konseling,” kata Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UNY tersebut.

Dia menyebutkan, berbagai keterampilan itu adalah attending, empati, merangkum, bertanya, dan perilaku genuine. Selain itu, konseling sebaya juga dibekali keterampilan asertif, konfrontasi, dan pemecahan masalah.

“Minimal, diberi pembekalan untuk dapat menjadi pendengar yang baik sebagai seorang sahabat yang baik,” kata Suwarjo pada seminar yang diikuti tak kurang dari 50 peserta dari Jurusan BK dari berbagai universitas Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Muhammad Irawan Syah berharap, para peserta dapat langsung mempraktikkan tahapan dalam peer counseling. “Sengaja kami membatasi jumlah peserta supaya kegiatan kebih efektif,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Hima Jurusan BK FIP Unnes Zakki Nurul Amin mengungkapkan, peer counseling merupakan salah satu alternatif layanan yang dapat dilakukan oleh guru BK di sekolah untuk mengoptimalkan layanan di tengah-tengah wacana dan ekspektasi yang diberikan kepada guru BK.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Jurusan BK FIP Unnes Kusnarto Kurniawan. Dia mengajak peserta untuk menggali ilmu yang didapat dari narasumber untuk selanjutnya diaplikasikan sebaik-baiknya di lapangan.

Sebab, teman sebaya merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan optimalisasi setiap peserta didik yang merupakan sasaran layanan dalam bimbingan dan konseling. “Kegiatan ini sekaligus simulasi praktik profesi sebagai puncak dari trilogi profesi dasar keilmuan. Selain itu substansi profesi makin terasah dan dikuasai,” pungkasnya.(mrg)

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement