Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosok Ali Alatas Dirindukan Mantan Menlu Yugoslavia

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 26 April 2012 |16:28 WIB
Sosok Ali Alatas Dirindukan Mantan Menlu Yugoslavia
Pertemuan GNB di Bali (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Menteri Luar Negeri Yugoslavia Budimir Loncar menyoroti kembali Gerakan Non Blok (GNB) yang dibentuk pada era Perang Dingin. Loncar mengatakan, dirinya salut dengan para negarawan Indonesia seperti Soekarno, Soeharto dan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas.


"Saat saya diberikan mandat untuk menjadi perwakilan di Indonesia, saya bertemu dengan banyak negarawan seperti Soekarno, Soeharto, Adam Malik, Sultan Hamengkubuwono dan lainnya," ujar Loncar dalam Diskusi 50 Tahun Peringatan GNB, di Gedung Caraka Loka, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

"Saya sangat senang ketika dapat bekerja sama dengan diplomat senior Indonesia dan saya sangat mengenang teman saya, mendiang Ali Alatas, salah satu orang yang paling dihormati dikalangan diplomat. Saya merindukannya, dan saya yakin GNB pun merindukan diplomasi serta kepemimpinannya," imbuhnya.

Loncar menceritakan peristiwa-peristiwa yang bergulir dalam pertemuan-pertemuan GNB di era Perang Dingin. GNB sendiri sempat mengalami friksi internal seiring dengan makin kerasnya pemikiran Soekarno yang menentang kolonialisme asing. 

Soekarno juga membentuk kelompok negara NEFO (New Emerging Force), negara yang baru saja bebas dari penjajahan. Soekarno yang sangat berpengaruh di GNB pun mengarahkan gerakan tersebut hingga terlihat kekiri-kirian.

Setelah Mesir kalah dalam perang melawan Israel, GNB juga makin condong ke Blok Timur. GNB juga makin mengalami ekspansi keanggotaan setelah mantan Presiden Kuba Fidel Castro, kian melontarkan retorika anti kolonialismenya. Keanggotaan GNB pun melebar hingga ke Amerika Latin. 

Negara-negara Amerika Latin juga membuat GNB semakin mengikuti ide-ide dari Uni Soviet. Pada saat yang sama, Presiden Yugoslavia Joseph Bros Tito menolak ide tersebut.

GNB juga sempat mengalami kevakuman ketika Yugoslavia pecah, keketuaan GNB akhirnya kosong. GNB pun kembali melakukan restruktrisasi untuk mengatasi kevakuman keketuaan yang terjadi.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement