Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Burung Dara Laut China Terancam Punah

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Rabu, 23 Mei 2012 |09:47 WIB
Burung Dara Laut China Terancam Punah
Burung dara laut (foto: wikipedia.org)
A
A
A

PEKANBARU - Burung Dara laut China (Sterna bernsteini) merupakan salah satu jenis burung laut yang melakukan migrasi. Burung berukuran 40 sentimeter yang berkembang biak di China itu mengembara dengan menggunakan koridor daratan timur sebagai rute perjalanannya. Wilayah pengembaraannya pernah sampai ke perairan di sekitar Manila, Filipina; Serawak, Malaysia; bahkan Halmahera, Indonesia.

Dwi Mulyawati, Bird Conservation Officer Burung Indonesia, mengungkapkan dari 14 jenis burung yang masih satu suku dengan laridae di Indonesia itu, dara laut China merupakan satu-satunya yang terancam punah.
 
Kini, populasi burung dara laut China kritis (Critically Endangered/CR)” kata Dwi, dalam rilisinya kepada Okezone, Rabu(23/5/2012).

Secara global, jumlah populasi dara laut China dewasa sekira 50 ekor. “Populasinya yang cenderung menurun diakibatkan semakin berkurangnya habitat alaminya, yaitu lahan basah di kawasan pesisir. Selain itu, telurnya juga kerap diburu untuk dikonsumsi. Teluru burung itu tersaru dengan jenis burung pantai lain,” ungkap Dwi.

Lanjutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat penting dalam keanekaragaman hayati laut dan pantai. Sebagai negara yang memiliki garis pantai nomor dua terpanjang di dunia setelah Kanada, Indonesia juga menjadi salah satu negara potensial untuk persinggahan burung migrasi.

Dwi menambahkan, migrasi burung yang ekornya bercabang ke dalam ini dimulai pada Oktober hingga April. Hal ini dikarenakan, di tempat asalnya, September hingga November merupakan musim dingin. Sehingga, mereka melakukan pengembaraan dan baru kembali lagi pada Maret hingga April, saat musim semi.

Hal utama yang membedakan antara dara laut China di Indonesia dengan yang hidup di China adalah dari dahinya yang tampak lebih putih.

“Di Indonesia, burung yang menyukai laut terbuka dan pulau-pulau kecil ini pernah diketahui berada di kawasan Maluku Utara melalui sebuah spesimen tunggal yang dikoleksi dari Kao, Halmahera, pada 22 November 1861. Namun sejak saat itu, jenis ini sangat jarang dilaporkan terlihat di perairan Indonesia,” lanjut Dwi.

Sementara di China, tempat asalnya, baru-baru ini ditemukan tempat berkembang biaknya. Itu pun hanya di dua tempat, yakni di pantai timur China, Zhejiang dan Provinsi Fujian.

Di tempat lainnya, burung ini pernah juga terlihat di Serawak (Malaysia), Taiwan, Thailand, dan Filipina. Di Taiwan, dara laut China terakhir terlihat pada 2000 sebanyak empat ekor dewasa dan empat anakan. Perjumpaan ini terjadi setelah sekira 63 tahun lamanya tidak pernah terlihat.

Lebih jauh Dwi menerangkan, sekilas burung yang sering bergerombol di perairan lepas pantai maupun daerah pesisir itu memiliki kesamaan dengan dara laut jambul (Sterna bergii). Namun, burung ini dapat dibedakan melalui cirinya yang memiliki paruh kuning dengan ujung hitam, dahi putih dengan puncak kepala yang tidak seluruhnya hitam, serta ukurannya lebih kecil.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement