Sindonews.com – Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus perusakan- perusakan fasilitas Pelabuhan Merak,Cilegon, Banten. Sebanyak 140 orang kemarin diperiksa sebagai saksi.Mereka terdiri atas 115 sopir dan kenek truk, 10 anggota satuan pengamanan, dan 15 pegawai PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak. Sejauh ini belum seorang pun ditetapkan sebagai tersangka. ”Sopir dan kenek yang diperiksa ini terekam dalam CCTV di areal pelabuhan.
Kami sedang mencocokkan orangorang ini dengan gambar,“ kata Kapolres Cilegon AKBP Umar Surya Fana kemarin. Dia menyatakan, polisi masih mendalami keterangan para saksi. Jika ditemukan bukti yang cukup, baru akan ditetapkan tersangka. Ribuan sopir dan kenek truk ekspedisi mengamuk di Pelabuhan Merak, Minggu (28/5) pukul 20.30 WIB malam. Para sopir merusak tempat pembelian tiket, kantor pengendali keamanan, serta menggulingkan beberapa mobil derek.Akibatnya, pelayanan di Pelabuhan Merak lumpuh.
Menurut informasi, rusuh itu terjadi karena para sopir kecewa dengan petugas keamanan ASDP yang memberlakukan jalur tembak kepada para sopir dengan syarat membayar Rp50.000. Jalur tembak yang dimaksud adalah perlakuan istimewa terhadap para sopir yang membayar dengan mendahulukan mereka,sedangkan sopir lain yang tidak membayar mengantre panjang. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak menyatakan akan menyelidiki jalur tembak dan siap menjatuhkan sanksi bila ada oknum petugas yang terlibat di situ.
“Kami akan tindak tegas oknum petugas yang membuat jalur tembak. Kami juga memberhentikan petugas satuan pengamanan (satpam),” kata Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Merak La Mane kemarin. Dia mengakui kericuhan yang dilakukan para sopir truk bermula dari tudingan ada jalur tembak. “Kami tidak akan mainmain dalam persoalan ini.
Jika terbukti melindungi jalur tembak, akan dipecat.Tindakan ini untuk memberikan efek jera dan Pelabuhan Merak bebas dari pungutan liar,”kata dia. Setelah sempat lumpuh, kondisi Pelabuhan Merak kemarin berangsur normal. Namun, antrean truk masih terjadi hingga Km 96,750 tol Tangerang – Merak.Pelaksana harian (Plh) Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Didi Juliansyah menambahkan, antrean yang terjadi ini akibat dua faktor.Faktor pertama adalah ada penutupan Dermaga II.
”Sehingga dari lima dermaga yang ada,hanya empat yang bisa dioperasikan,” kata dia. Penutupan dermaga II ini, kata Didi, karena sedang dilakukan perbaikan side tramp atau jembatan penghubung dan penahan kapal saat bersandar. Perbaikan ini perlu dilakukan karena untuk persiapan menghadapi penumpang arus mudik perayaan Idul Fitri 2012 ini.
Faktor kedua akibat ada peningkatan volume kendaraan khususnya truk ekspedisi sebanyak 5% dari rata-rata per hari sebanyak 3.000 truk. Peningkatan kendaraan ini juga akibat bayaknya pengiriman barang dari Pulau Jawa ke Sumatera menjelang bulan puasa.“Kalau dirata-ratakan, peningkatannya sebesar 5 %,”kata Didi. (wbs)
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.