Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Adik Obama Tekankan Pentingnya Arti Sejarah

Khairisa Ferida , Jurnalis-Selasa, 05 Juni 2012 |16:09 WIB
Adik Obama Tekankan Pentingnya Arti Sejarah
Maya Soetor Ng (Foto: Khairisa Ferida/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penting bagi para siswa untuk membangun perspektif baru dan tidak hanya terpaku pada sejarah tertulis. Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh salah seorang pendidik sekaligus pengamat pendidikan asal Amerika Serikat (AS) Maya Soetoro Ng.


Menurut adik dari Presiden AS Barack Obama ini, ada beberapa hal penting yang harus lebih digiatkan dalam menjalankan proses pendidikan dan debat adalah salah satunya.

"Pada proses pendidikan, debat memainkan peran penting. Bukan untuk mencari siapa yang benar. Namun juga untuk memahami pandangan dari orang lain," ujar Maya dalam Discussion Education for Global Competence yang berlangsung di at america, Mal Pacific Place, Jakarta, Selasa, (5/6/2012).

Maya yang juga menekankan pentingnya mengajak para siswa untuk memahami sejarah dari berbagai sisi. Ini tidak hanya terpaku pada sejarah yang tertulis saja.

"Karena dalam proses ini para siswa dapat membangun empati terhadap para pelaku peristiwa dan belajar memandang sesuatu dari berbagai perspektif," tutur Maya.

Perempuan yang meraih gelar Ph.D dalam International Comparative Education dari University of Hawaii ini juga mengatakan, bahwa pendidikan tidak hanya terpaku didalam ruang kelas saja. "Edukasi  tidak mengenal batas, jangan hanya melihat bahwa pendidikan terbatas pada ruang kelas saja karena ilmu bisa saja hadir dalam kehidupan sehari-hari," ujar Maya.

Tidak hanya itu, Maya juga menekankan bahwa para siswa harus memahami betul bagaimana kelak ia akan menggunakan ilmunya dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

"Setelah selesai belajar, tanyakan pada dirimu untuk apa kamu mempelajarinya dan bagaimana kamu bisa memanfaatkan ilmu itu dalam kehidupan bermasyarakat," tegas Maya. 

Namun, Maya membantah pandangan yang menyebutkan bahwa kompetensi pendidikan global dapat membuat siswa melupakan identitas kebangsaannya.

"Mengejar kompetensi global tidak berarti melupakan identitas kira. Hal-hal yang kita dapat justru berguna untuk memperkuat bangsa dan komunitas lokal," imbuhnya.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement