JAYAPURA – Kericuhan yang terjadi di wilayah Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, dipicu penangkapan Ketua I KNPB, Mako Tabuni, oleh petugas Polda Papua.
Kapolda Papua, Irjen Pol Bigman L Tobing, membeberkan kronologis penangkapan hingga berujung kericuhan pagi tadi.
Menurutnya, pukul 09.30 WIT anggotanya mendapat laporan bahwa Mako Tabuni yang merupakan sasaran operasi Kepolisian sedang berada di pangkalan ojek Perumnas III Waena. Salah seorang anggotanya lalu melakukan pendekatan secara persuasif kepada tersangka dan menjelaskan maksud penangkapan itu.
“Sempat terjadi cekcok mulut antara anggota kami dengan tersangka, dan akhirnya tersangka melarikan diri,” ujar Kapolda, Kamis (14/6/2012).
Tersangka lalu dikejar dua polisi yang sedang berjaga-jaga di seberang jalan. Tersangka, kata Kapolda, juga merampas senjata milik kedua polisi dan menodongkan ke arah mereka. Merasa terancam, mereka lalu menembak tersangka dengan maksud melumpuhkan.
Tersangka lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangka, namun pukul 10.30 WIT tersangka dinyatakan tewas dengan luka tembak pada paha kiri.
Saat membuka pakaian korban, tim medis menemukan satu pucuk senjata laras pendek jenis Taurus dengan enam peluru kaliber 38, sedangkan di dalam tas Noken (task has Papua) ditemukan satu selongsong peluru dan 16 butir peluru kaliber 38 yang masih utuh.
“Senpi ini merupakan senjata milik Briptu Hendra, Anggota Polres Keerom, yang hilang pada 2010 lalu,” terangnya.
Mako Tabuni, merupakan sasaran petugas Polda Papua, dia diduga dalang dari teror penembakan yang terjadi di Kota Jayapura sejak bulan Mei lalu hingga saat ini.
Dugaan itu mengarah kepada Mako Tabuni atas keterangan para tersangka yang ditahan di Mapolda Papua. Kapolda menuturkan bahwa selain Mako Tabuni masih ada 8-9 orang lagi yang jadi target atau sasaran utama kepolisian dalam pengungkapan kasus teror penembakan di Kota Jayapura.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.