Sindonews.com - Pembagian hak atas pengelolaan eksploitasi migas di blok West Madura Offsgore (WMO) melalui Participating Interest (PI) antara Pemprov Jatim dan Kabupaten Bangkalan tuntas.
Dari hasil tersebut, Pemprov Jatim mendapat jatah sebesar 53 Persen dan Kabupaten Bangkalan sebesar 47 persen. Jumlah itu didapat dari hasil pembagian jatah PI sebesar 20 persen atas WMO.
"Sesuai hasil kajian Le Migas (Lembaga yang ditugasi Pertamina melakukan kajian geologi dan zonasi pada titik pengeboran WMO-red), jatah PI sebesar 20 Persen atas WMO dibagi dua. Pemprov Jatim mendapat 53 persen dan Pemkab Bangkalan 47 Persen," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, kemarin.
Menurut Pak De Karwo (Panggilan Soekarwo), ekplorasi gas di WMO itu diprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan gas di Jawa Timur. Jawa Timur saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 400 MMCFD dari total kebutuhan 1000 MMCFD.
Kekurangan gas di Jatim itu, nantinya akan dipasok oleh WMO sebesar 150 MMCFD dan sisanya dicukupi dari Jambaran Cepu sebesar 250 MMCFD maupun dari Blok Kangean.
"Saya optimis jika sumur-sumur eksplorasi migas di Jatim mulai berproduksi maka Jatim akan surplus energi gas," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ini.
Pak De juga menyebut, Pertamina selaku opertor WMO juga sudah menyetujui domestic market obligation (DMO). Artinya, produksi gas akan diutamakan untuk pasar dalam negeri daripada harus diekspor.
Ia mengakui, investasi migas di Jatim cukup banyak namun sedikit yang terealisasi. Penyebabnya adalah adanya kendala di masyarakat yang menolak atas eksplorasi migas.
"Ajaklah masyarakat diskusi, yang dimaui itu apa? Kalau mereka berharap ada tetesan dari perusahaan migas yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi, maka perusahaan itu juga diajak bicara CSR yang bisa diberikan kepada masyarakat setempat itu apa saja. Saya yakin perusahaan tidak akan keberatan," papar Soekarwo. (bro)
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.