Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ibu Rumah Tangga Penderita HIV/AIDS Rangking Dua di Jateng

Bramantyo , Jurnalis-Kamis, 28 Juni 2012 |23:09 WIB
Ibu Rumah Tangga Penderita HIV/AIDS Rangking Dua di Jateng
Lambang Aids
A
A
A

SOLO- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Rustriningsih, menjelaskan, penderita HIV/AIDS terbesar kedua di Jateng berasal dari kalangan ibu rumah tangga.

“Berdasarkan data terakhir 31 Maret 2012, ibu rumah tangga yang mengidap penyakit HIV/AIDS tercatat 394 orang, atau 18,3 persen dari total penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah. Sehingga menempati rangking dua terbanyak di Jawa Tengah,” ungkap Rustriningsih.

Ini dikatakan Rustriningsih di depan peserta Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) se Jawa Tengah, di Balaikota Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/6/2012).

Sedangkan yang menempati peringkat pertama yakni wiraswasta, yakni sebanyak 439 orang atau 20,39 persen. Sedang dari kalangan karyawan ada 223 orang atau 10,36 persen. Untuk pekerja seks tercatat ada 189 orang atau 8,78 persen.

“Jumlah seluruh penderita HIV/AIDS hingga 31 Maret 2012 di Jawa Tengah, tercatat ada 4.992 orang. Terdiri dari 2.769 orang untuk HIV dan 2.153 orang untuk AIDS, sedang yang meninggal ada 603 orang,” ungkap mantan Bupati Kebumen itu.

Tingginya penderita HIV/AIDS untuk Ibu Rumah Tangga karena ketimpangan gender, sehingga wanita tiak bisa mengontrol perilaku seksual suami.

Berdasarkan data, kata Rustriningsih, penularan HIV/AIDS disumbangkan oleh laki-laki yang melakukan hubungan seks berisiko (selingkuh) mencapai 51,3 persen. “Itulah salah satu penyebab mengapa penderita HIV/AIDS untuk kalangan ibu-ibu rumah tangga terbilang tinggi,” jelasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement