KAIRO - Pengadilan Mesir mendakwa 76 warganya yang dituduh melakukan serangan ke kantor Kedutaan Besar Israel pada 2011 lalu. Pada saat serangan berlangsung, para demonstran Mesir mengacak-acak kantor tersebut dan membakar bendera Israel.
Seperti diberitakan Bikya Masr, Senin (27/8/2012), pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman penjara satu tahun kepada 75 orang terdakwa. Namun salah satu orang dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan diadili secara in absentia.
Kantor Kedutaan Besar Israel di Kota Kairo diserbu pada September 2011, hal itu disebabkan kemarahan warga Mesir ketika pasukan Israel menembak mati pasukan Mesir di wilayah perbatasan. Pasukan Mesir yang menjaga kantor kedutaan itu sempat terlibat bentrokan dengan demonstran, demonstran pun berhasil menerobos masuk Kedubes Israel.
Pada saat serangan berlangsung, para petugas keamanan Kedubes Israel terjebak di dalam bangunan. Komando pasukan Mesir langsung menyelamatkan mereka, beberapa menit setelah serangan berlangsung.
Duta Besar Israel untuk Mesir Yitzhak Levanon langsung kabur dari Negeri Piramida bersama keluarganya. Bersamaan dengan itu, staf-staf Kedubes Israel juga lari. Mereka diterbangkan dengan menggunakan pesawat militer di bandara Kairo.
Serangan di kantor Kedubes Israel mendapat kecaman yang cukup keras oleh beberapa negara, meski demikian Iran justru memuji tindakan itu. Iran turut membandingkan peristiwa itu dengan peristiwa serangan yang dilakukan aktivis Iran terhadap Kedubes AS pada 1979 silam.
"Penyerangan terhadap sarang Israel di Kairo, akan menjadi sejarah baru Islam dan dunia," ujar penasihat senior untuk urusan luar negeri Iran, Ali Akbar Velayati pada (12/9/2011).
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.