KAIRO - Pemerintah Mesir dilaporkan telah mulai mengerjakan pembangunan tembok dekat perbatasan negaranya dengan Gaza di tengah kekhawatiran bahwa serangan darat yang direncanakan oleh militer Israel akan mendorong hingga 1,4 juta pengungsi perang yang saat ini berada di kota perbatasan Rafah keluar dari wilayah kantong Palestina.
Associated Press, New York Times dan media lainnya melaporkan pekerjaan konstruksi pada Jumat, (16/2/2024) mengutip foto satelit yang menunjukkan tanah sedang dibersihkan dan tembok sedang didirikan. Para pejabat Mesir menolak untuk membahas tujuan proyek tersebut, namun laporan tersebut menyatakan bahwa proyek tersebut bisa menjadi “zona penyangga yang dibentengi” untuk mengakomodasi warga Gaza yang melarikan diri dari operasi militer besar Israel yang direncanakan di kota Palestina tersebut.
Pekerjaan konstruksi dimulai awal bulan ini, ketika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai persiapan untuk serangan darat di Rafah, tempat perlindungan terakhir di Gaza bagi warga sipil yang melarikan diri dari perang Yerusalem Barat dengan Hamas. IDF telah meratakan sebagian besar daerah kantong yang terkepung saat mereka memburu pejuang Hamas, menewaskan hampir 29.000 orang, menurut perkiraan otoritas kesehatan setempat.