Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peta Khusus Perawat Mudahkan Diagnosa

Annisa Riris Saputri , Jurnalis-Jum'at, 31 Agustus 2012 |12:04 WIB
Peta Khusus Perawat Mudahkan Diagnosa
Fitri Haryanti menunjukkan buku ISDA dan peta perwatan hasil karya koleganya, Intansari Nurjannah. (Foto: dok. UGM)
A
A
A

JAKARTA - Perawat ikut memegang peranan penting dalam mengusahakan kesembuhan pasien. Perawat pun bertugas mulai dari mendiagnosa kebutuhan perawatan hingga merencanakan pola perawatan yang tepat sesuai diagnosa tersebut.

Namun, tahapan ini seringkali tidak berjalan mulus, mengingat banyaknya kendala yang mungkin ditemui. Kondisi ini mendorong dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Intansari Nurjannah, S,Kp., M.NSc., untuk membuat peta khusus perawat. Menurut Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan FK UGM Dr. Fitri Haryanti, S.Kp. M.Kes, peta ini dapat memberikan gambaran tentang kaitan antara satu diagnosa keperawatan dengan diagnosa keperawatan lainnya.

"Peta ini akan memudahkan perawat dalam melakukan diagnosa keperawatan serta membuat perencanaan terhadap pasien," ujar Fitri, seperti dilansir laman UGM, Jumat (31/8/2012).

Fitri menjelaskan, tidak hanya peta khusus perawat, kolaganya tersebut juga menulis buku berjudul ISDA; Intan's Screening Diagnoses Assesment. Buku ini, kata Fitri, memberi penjelasan tentang ISDA, sebuah alat/alur yang dapat digunakan perawat dalam mengkaji pasien. Dengan menggunakan ISDA, seorang perawat dapat memindai semua kemungkinan diagnosa keperawatan dan kemungkinan masalah kolaboratif yang mungkin dialami oleh pasien.

"Ada keterkaitan antara peta dengan ISDA. Keduanya akan semakin memudahkan perawat dalam melakukan diagnosa keperawatan terhadap pasien, baik secara pribadi maupun setelah nanti berkoordinasi dengan dokter," imbuhnya.

Menurut Fitri, peta perawat dan buku ISDA karya Intansari ini menarik perhatian banyak perawat di Indonesia. Bahkan, buku ISDA sudah cetak dua kali dan habis dalam tiga bulan. Penyebarannya di antaranya meliputi Medan, Bengkulu, Bandung, Makassar, Jakarta, Surabaya, Bali, dan Mataram.  Tidak hanya itu, karya peta perawat yang diterbitkan 2008 lalu dengan tajuk The Map of Nursing Diagnoses Based on NANDA 2007-2008 dalam bentuk poster ini juga berhasil memenangkan lomba HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang diadakan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement