Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Pembicaraan Antara SBY dan Hillary Clinton

Susi Fatimah , Jurnalis-Selasa, 04 September 2012 |13:52 WIB
Ini Pembicaraan Antara SBY dan Hillary Clinton
Konferensi pers Menlu Clinton dan Menlu Marty (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Setelah melakukan pertemuan selama kurang lebih 40 menit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengantar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton hingga ke teras Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Tidak ada jumpa pers pernyataan dari keduanya terkait hasil pertemuan tersebut. Pernyataan justru disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dalam jumpa pers di Kantor Presiden.

Marty menjelaskan bahwa pertemuan antara Presiden SBY dengan istri mantan Presiden Bill Clinton itu, membahas sejumlah hal di antaranya terkait hubungan bilateral Amerika dan Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemitraan konprehensif.

Selain itu, sambung Marty, pada kesempatan tersebut juga Hillary menginformasikan kepada Presiden SBY bahwa pada 20 September mendatang di Washington, Amerika Serikat (AS) akan diselenggarakan Joint Ministerial Commission III antara Indonesia dan Amerika yang akan dipimpin oleh Menlu kedua negara untuk menindaklanjuti dicapainya comprehensive partnership antara kedua negara.

"Dan tadi bapak presiden menyampaikan harapan agar hubungan kedua negara yang sudah baik ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga semakin komperhensif dan semakin menguntungkan antara kedua negara," papar Marty.

Tak hanya itu, pertemuan juga membahas perkembangan di Laut China Selatan, khususnya apresiasi dari Pemerintah AS atas peranan Indonesia dalam mengelola masalah tersebut.

"Pertahankan keutuhan ASEAN, mendorong adanya pencapaian yang dinamakan code of conduct dan penekanan agar masalah ini dapat dikelola dengan baik, terutama menjelang penyelenggaraan KTT ASEAN dan ASIA Timur di Pnom Phen, pada November 2012," katanya.

Disamping itu, Marty menjelaskan bahwa Hillary juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY atas peranannya dalam memastikan kemajuan proses demokrasi dan reformasi di Myanmar.

"Menlu dan Presiden SBY membahas kondisi terakhir di Myanmar, termasuk misalnya penanganan masalah Rohingya. Di sini, sekali lagi, Amerika menyampaikan apresisasi atas posisi Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan," ucap Marty.

Perkembangan Suriah juga tak luput dari pembicaraan keduanya. "Di sini Menlu Clinton mengetahui dan mengikuti dari dekat sikap Indonesia yang konsisten dalam menekankan perlunya segera diakhiri konflik di Suriah yang telah mengambil korban yang besar di kalangan masyarakat sipil yang tidak berdosa," katanya.

Menanggapi hal itu, Presiden menekankan pentingnya kesatuan pandangan Dewan Keamanan PBB untuk bisa memastikan dicapainya perdamaian atau diakhirinya konflik di Suriah. Clinton juga menyampaikan keprihatinan bahwa situasi di Suriah bisa terus berkembang sedemikian rupa sehingga menciptakan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah pada umumnya.

"Disamping itu juga dibahas masalah Iran. Di sini yang dimaksud adalah penegasan bahwa penggunaan energi nuklir untuk maksud-maksud damai adalah sesuatu yang memang untuk dihargai dan dihormati, namun Iran, seperti halnya negara lain juga perlu mematuhi segala kewajibannya yang menyangkut non proliferasi senjata nuklir," tutupnya.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement