Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Warga Padati Pemindahan Empat Batu Keramat

Jaka Samudra , Jurnalis-Sabtu, 08 September 2012 |23:00 WIB
Ribuan Warga Padati Pemindahan Empat Batu Keramat
Batu besar di proyek tol Gempol-Pandaan (Dok: Sindo TV/Jaka Samudra)
A
A
A

PASURUAN - Pelaksana proyek memindahkan empat buah batu yang dikeramatkan masyarakat di tengah pembangunan jalan tol baru, antara Gempol dan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dilakukan hari ini. Tak ayal pemindahan itu jadi tontonan ribuan warga.

Dengan menggunakan alat berat, batu yang berada di tengah pembangunan   ruas jalan tol di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, dipindahkan. Namun sebelum pemindahan dilakukan, pengelola menggelar ritual dengan memanggil paranormal yang memakan waktu hingga tiga hari tiga malam.

Tak ayal, pemindahan inipun jadi tontonan warga bahkan dari luar daerah. Awalnya, proses pemindahan akan dilakukan secara diam-diam.

Aparat Kepolisian pun terpaksa disiagakan untuk hal yang tidak diinginkan di tengah kerumunan warga.
 
Arifin, tokoh warga setempat, menyebutnya, batu tersebut dipercaya keramat. Pasalnya, bulan lalu pelaksana proyek berusaha memindahkan dengan mendatangkan empat alat berat, namun tidak berhasil.
 
Semenjak itu, lokasi keberadaan batu sering didatangi warga untuk sekadar melihat. Dalam sehari, menurutnya, bisa mencapai ratusan orang yang berkunjung.

“Setelah dilakukan ritual, tidak ada kesulitan dalam memindahkannya,” kata Arifin di lokasi, Sabtu (8/9/2012).

Rencananya batu tersebut akan dialihkan ke punden di lingkungan makam desa setempat. Selain  itu juga akan dijadikan cagar budaya sebagai salah satu warisan lelulur desa.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement