Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polda Kaltim Tingkatkan Pengamanan di Perbatasan Malaysia

Amir Sarifudin , Jurnalis-Senin, 24 September 2012 |02:14 WIB
Polda Kaltim Tingkatkan Pengamanan di Perbatasan Malaysia
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

BALIKPAPAN – Penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah dalam pekan kamarin, membuat kepolisian Polda Kalimantan Timur melakukan peningkatan pengamanan. Peningkatan keamanan tersebut terfokus pada jalur masuk perbatasan Indonesia-Malaysia,  seperti Kabupaten Nunukan dan Malinau. Termasuk di sejumlah obyek vital  nasioal di daerah.

Kabid Humas Polda Kalitm Kombes Pol Wisnu Sutirta mengatakan, wilayah perbatasan memang paling mendapat perhatian ekstra, mengingat luas wilayah dan geografisnya sangat memungkinan teroris bisa menyusup.

“Iya memang khusus di perbatasan di wilayah Nunukan dan Malinau, kita perketat pengamanannya, begitu juga sejumlah obyek vital, karena di Kaltim banyak juga obyek vital yang perlu pengamanan, begitu juga di pelabuhan dan bandara, karena kita tidak ingin kecolongan,” ucap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius, Minggu (23/9).

Di Perbatasan itu, lanjut Antonius, wilayahnya sangat luas, tentu banyak jalan-jalan kecil yang bisa mereka (teroris) untuk menyusup masuk. "Itu yang tidak kita ingin,” katanya.

Selain itu, Antonius menambahkan pihaknya bekerjasama dengan TNI, dan  mengintesifkan pengamanan wilayah melalui peran Polres-Polres di 13 Kota dan Kabupaten di Kaltim.

“Polda Kaltim memang kita berkoordinasi dengan Polres-Polres, untuk memaksimalkan personil sabhara maupun Samapta, juga bekerjasama dengan pihak TNI khususnya menjaga daerah-daerah strategis dan vital yang bisa menjadi jalur masuk teroris, seperti bandara maupun pelabuhan,”imbunnya.

Hanya saja, sambung Antonius, pengamanan tersebut, tidak dilakukan secara transparan. Namun pengawasan itu dilakukan selama 24 jam. Dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir, hal tersebut hanya sebagai bentuk antisipasi yang dilakukan kepolisian.

Sementara terkait keberadaan rumah sewa atau kos-kos yang bisa saja digunakan lokasi persinggahan atau persembunyian, pihaknya meminta partisipasi masyarakat  ikut mengawasi.

“Masyarakat bisa melaporkan ke kepolisian terdekat, jika ada yang  mencurigakan, karena kita butuh peran masyarakat untuk mencegah teroris, bukan Cuma aparat kepolisian ataupun TNI,” tandasnya.

(K. Yudha Wirakusuma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement