Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korut Tingkatkan Impor Barang Mewah dari China

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 04 Oktober 2012 |10:07 WIB
Korut Tingkatkan Impor Barang Mewah dari China
Foto : Pemimpin Korut Kim Jong Un (AP)
A
A
A

SEOUL - Korea Utara (Korut) dikabarkan mulai meningkatkan impor barang mewah, tepat pada saat Kim Jong Un naik tahta. Jong Un pun diklaim mencoba menerapkan kebijakan "pemberian hadiah" untuk para pejabatnya, demi melanggengkan kekuasaan.

Salah seorang anggota Partai Saenuri Korea Selatan (Korsel) Yoon Sang-hyun, mempublikasikan hasil pengamatannya terhadap perdagangan Korut dan China. Yoon melaporkan bahwa, impor barang mewah yang dilakukan Korut meningkat sejak tahun 2008 lalu. Bahkan nilai impor itu mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS).

Impor yang dilakukan Korut oleh produk CHina adalah barang-barang mewah seperti televisi, minuman keras, dan jam tangan. Adapula impor mobil-mobil mewah dan barang lainnya berupa hiasan-hiasan antik dan parfum dengan harga mahal. Seperti diberitakan Yonhap, Kamis (4/10/2012).

Pada 2006 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melarang negara-negara anggotanya menjual barang mewah ke negeri komunis itu. Larangan itu sudah dicantumkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1718.

Sementara itu, Korsel sudah memberlakukan larangan terhadap 13 jenis barang mewah ke Korut pada 2009. Meski demikian, China belum menentukan barang-barang apa yang kiranya tidak boleh diekspor ke Korut. Hal itu disebabkan karena, Korut merupakan salah satu pasar China.

Menurut Yoon, impor barang-barang mewah yang dilakukan Korut sama halnya dengan pemborosan. Bila ditukar dengan pangan, Korut bisa mendapatkan 1,96 juta ton gandum.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement