Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pahlawan Kemerdekaan Myanmar Meninggal di Pengasingan

Aulia Akbar , Jurnalis-Kamis, 11 Oktober 2012 |18:13 WIB
Pahlawan Kemerdekaan Myanmar Meninggal di Pengasingan
Foto : Kyaw Zaw (Irrawaddy)
A
A
A

YANGON - Salah satu dari "30 Kamerad" legendaris di Myanmar meninggal dunia. Pria itu bernama Kyaw Zaw dan kematian itu sekaligus menandakan, tinggal satu pahlawan legendaris Myanmar yang masih hidup.
 
Seperti diberitakan Irrawaddy, Kamis (11/10/2012), pria berusia 92 tahun itu meninggal dunia di Kunming, China. Kabar meninggalnya Zaw disampaikan oleh Putri Zaw. Pemakaman Zaw juga akan digelar oleh Partai Komunis China.
 
Kelompok 30 Kamerad itu dipimpin oleh Jendral Aung San yang tak lain adalah ayah dari tokoh pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. Sejak Perang Dunia II, mereka pergi ke Jepang untuk berlatih, mengusir pendudukan Inggris di Burma.
 
Sementara itu, ayah Suu Kyi yang melakukan negosiasi kemerdekaan dengan Inggris dan dibunuh pada 1948 silam oleh oposisinya. Kematian Aung San terjadi ketika pihak Inggris mulai merencanakan transfer kekuasaan kepada Myanmar.
 
Kyaw Zaw menjabat sebagai pejabat militer Myanmar pascaperang kemerdekaan dan tergabung dalam fraksi kiri. Pada 1976, Zaw bergabung dengan Partai Komunis yang dilarang oleh Pemerintah Myanmar. Setelah itu Zaw melarikan diri ke China pada 1989.
 
Pria yang lahir dengan nama Maung Shwe itu juga berjasa menghadapi fraksi Kuomintang yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Di bawah kepemimpinan Zaw, Kuomintang diusir dari Burma ke wilayah Thailand. Dan antara tahun 1954 dan 1955, Zaw berhasil memimpin gerakan untuk menumpas para pemberontak etnis Karen.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement