NEW JERSEY - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan mengunjungi wilayah New Jersey yang terkena terpaan Badai Sandy paling parah. Kunjungannya kali ini memaksa Presiden dari Partai Demokrat itu membatalkan seluruh agenda kampanyenya.
Hingga saat ini sekira 50 orang dilaporkan tewas akibat insiden yang diakibatkan oleh badai dahsyat tersebut. Lebih dari delapan juta rumah dikabarkan tidak mendapatkan aliran listrik di wilayah New York. Badai juga memicu hujan deras yang menyebabkan banjir. Tingginya volume air menyebabkan sistem kereta bawah tanah di New York dan Manhattan.
Berbicara di saat kunjungannya ke markas Palang Merah di Washington, Obama memandang penting kondisi yang dialami New Jersey dan New York usai dihantam Badai Sandy.
"New Jersey, New York merupakan wilayah yang terparah dihantam badai ini. Connecticut juga menderita kondisi yang sama," ujar Obama, seperti dikutip Reuters, Rabu (31/10/2012).
Lebih dari 80 rumah di Queens, New York hancur akibat kebakaran yang disebabkan oleh badai. Sebelumnya Walikota New York Michael Bloomberg menggambarkan kondisi yang terjadi di wilayahnya saat ini.
"Apa yang terjadi saat ini, hampir mirip dengan Perang Dunia II. Area (Queens) ini benar-benar rata. Hanya tersisa cerobong dan fondasi dari rumah yang terhantam badai tersebut," ucap Bloomberg.
Hingga kini, kerugian yang diderita AS akibat badai diperkirakan mencapai kurang lebih USD20 miliar atau sekira Rp192 triliun (Rp9.610 per USD). Kerusakaan pun terjadi di jalur transportasi bawah tanah New York. Pejabat setempat pun belum tahu, apa yang akan dilakukannya untuk mengatasi kerusakan-kerusakan itu.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.