YOGYAKARTA – Bagian Tugu Pal Putih yang berada paling atas atau yang disebut Muncak akan diganti dengan kayu jati kualitas pertama yang dililiti emas. Alasan Muncak harus diganti karena kondisinya sudah rusak termakan usia.
Menurut sejarah, Muncak tersebut dibuat sejak Hamengku Buwono VII hingga saat ini. Usia Muncak dan Tugu itu diperkirakan sekitar 123 tahun silam. Muncak tersebut berukuran tinggi 1,5 meter berdiameter bagian dasarnya 36 centimeter hingga mengecil menjulang ke atas.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat, penggantian Muncak itu termasuk dalam revitalisasi Tugu tahap pertama yang dimulai sejak awal Juli lalu. Muncak lama yang telah rusak akan dijadikan koleksi Museum Keraton Yogyakarta.
“Saat ini Muncak sedang dibuat Abdi Dalem Keraton dengan bahan utama kayu jati kualitas pertama dari Blora, Jawa Tengah. Di Muncak Tugu akan dipasang paku emas seberat tujuh gram dengan kadar 22 karat,” kata GBPH Yudhaningrat, di Ndalem Yudhaningratan, Senin (12/11/2012).
Gusti Yudha, saapaan akrab GBPH Yudhaningrat menyampaikan, paku emas memiliki makna filosofis memancarkan sinar dari Sang Pecipta Alam. Sehingga diharapkan Yogyakarta beserta seluruh masyarakat akan selalu mendapatkan pancaran anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Pakunya sudah saya terima. Rencananya besok Selasa akan diserahkan ke Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan,” jelasnya.
Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY, Nursatwika mengatakan rencananya muncak yang telah dipaku emas akan dipasang di bagian atas Tugu oleh Gubernur DIY, pada Rabu, 14 November mendantang.
Proses revitalisasi Tugu Pal Putih sekarang sedang dilakukan penyelesaian pemasangan batu candi di empat penjuru jalan sampai di batas traffic light. Dia mengakui pengerjaan sedikit mengalami kendala karena pengerjaannya baru bisa dilakukan di malam hari.
Hal itu dilakukan untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitaran Tugu Yogyakarta. “Rencananya peresmiannya mundur yakni tanggal 18 November. Ijin dari Polresta dan tata cara administrasinya sudah selesai,” katanya.
(Risna Nur Rahayu)