YOGYAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, akan disusulkan menjadi Ketua Umum Korps Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) oleh pengurus KAHMI Provinsi DIY.
"Pertemuan kali ini untuk meminang Pak Mahfud kami calonkan menjadi Ketua KAHMI Nasional. Sejarah KAHMI itu dari Yogyakarta pada tahun 66 silam," kata pengurus KAHMI DIY, Retno Susanti dalam keterangan pers di UGM Yogyakarta, Sabtu (17/11/2012).
Pengusulan Mahfud menjadi Ketua Umum KAHMI periode 2012-2016 yang akan diajukan pada Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI pada 30 November hingga 2 Desember mendatang di Pekanbaru, Riau.
Menurut Retno, sebagai tenda persetujuan kalau Mahfud bersedia diusung menjadi Ketua Umum KAHMI, maka dibuat surat perjanjian kalau beliau siap maju dengan dukungan KAHMI Provinsi DIY.
Menanggapi masalah tersebut, Mahfud tidak langsung menerima pencalonannya. Namun, dia memaparkan panjang lebar terkait tantangan ke depan yang harus dilakukan KAHMI maupun segenap elemen bangsa ini.
"Bahasanya saya ubah sedikit, saya siap di tempatkan di mana saja dalam KAHMI. Mari kita benahi bersama, tidak harus saya sebenarnya. Tapi, jika pilihan itu jatuh pada saya, saya tidak menolak. Nanti, saat Munas saya akan ke Pekanbaru, mengikuti acara munas," imbuhnya.
Mahfud menuturkan, tantangan ke depan bagi organisasi KAHMI yakni bagaimana melawan dekadensi moral yang melanda kalangan elite bangsa. Artinya, visi menyelamatkan bangsa bukan hanya sekedar menata kerusakan yang sudah terlanjur parah.
"Sekarang ini tidak ada mengusik ideologi pancasila. Tetapi, krisis moral kalangan elite bangsa. Adanya jual hukum, hukum yang masih tumpul ke atas maupun ke bawah. Persoalan kita itu sebenarnya disitu (penegakan hukum)," jelasnya.
Menurutnya, organisasi KAHMI tersebar di semua lini, mulai dari tingkat pemerintahan, kaum cendekiawan, anggota dewan, maupun aktifis yang ada disemua penjuru Indonesia.
Lebih lanjut, Mahfud menegaskan, manakala ketidakadilan merajalela, tunggulah kehancuran suatu bangsa. Sudah banyak bangsa runtuh saat tidak mampu menegakkan hukum ditengah masyarakat.
"Bangsa kita dulu besar seperti Majapahit, ketika penegakan hukum tidak berjalan, runtuh dengan mudah bangsa besar itu. Visi utama kita haruslah kesana, menyelamatkan bangsa dari keruntuhan," pungkasnya.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.