Image

Istilah 'Imtaq' dan 'Iptek' Ciptaan Habibie

Arpan Rachman, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2012, 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2012 12 01 373 725977 gFVH0bgdMv.jpg Jimly Asshiddiqie. (Foto : Arphan Rachman/Okezone)

MAKASSAR – ‘Imtaq' dan 'Iptek’, dua akronim yang memperkaya khasanah bahasa Indonesia kontemporer, merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh Prof Dr BJ Habibie. Prinsip yang dibalut dalam kedua singkatan tersebut, hingga kini menjadi ideologi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

 

Cerita tentang asal-usul akronim itu dikemukakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Dr Jimly Asshiddiqie. Berbicara dalam forum diskusi rutin ICMI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/12/2012). Jimly menyebutkan, awalnya pada era 1980-an, sempat muncul perdebatan normatif, terutama mengenai sahih-tidaknya istilah tersebut menurut kaidah bahasa Indonesia.

 

“Imtaq dan Iptek itu istilah ciptaan Pak Habibie. (Awalnya) sempat terjadi perdebatan. Karena sudah ada LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (yang membakukan kata majemuk ‘ilmu pengetahuan’ dalam bahasa Indonesia).”

 

“Pak Habibie menggunakan istilah baru, yakni ‘ilmu pengetahuan dan teknologi’.  Tugas saya ini tukang merumuskan, tinggal membuat kependekannya saja, menjadi ‘Iptek’,” tutur Jimly.

 

Menurut Jimly, dalam berbicara sehari-hari boleh dibilang bahasa Indonesia-nya Pak Habibie itu dulu tidak begitu bagus. Jadi, dia mengarang sendiri saja istilah ‘ilmu pengetahuan dan teknologi’.

 

“(Sebelumnya) juga tidak ada istilah ‘Imtaq’ dalam sejarah kita. Dalam konteks bahasa, kita biasa mengenal iman, ilmu, dan amal. Sama sekali tidak ada konteks ‘iman dan taqwa’ yang pernah dikenal dalam khasanah bahasa Indonesia,” sambung Jimly.

 

Diuraikannya, ‘imtaq’, yang lantas menjadi akronim dari ‘iman dan taqwa’, kemudian dirumuskan Jimly dkk sebagai konsep asal dari Prof Habibie, yang selanjutnya dipautkan menjadi ideologi ICMI.

 

“Kedua istilah ini, ‘Imtaq dan Iptek’ keluar sendiri langsung dari mulutnya Pak Habibie saat mendirikan ICMI,” tandas Jimly.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini