WASHINGTON - Sebagai salah kementerian paling krusial di Amerika Serikat (AS), Kementerian Pertahanan terpaksa berkorban di tengah kesulitan ekonomi di AS. Pentagon pun harus merumahkan sekira 46 ribu karyawan mereka.
Sekira 46 ribu karyawan kontrak dan karyawan sipil honorer harus menghadapi kenyataan mereka tidak bekerja lagi di Pentagon. Selain karyawan kontrak, karyawan tetap juga akan diberikan cuti.
"Karyawan tetap yang jumlah mencapai ratusan ribu, akan diberikan cuti sementara selama satu kali setiap pekannya hingga 22 pekan ke depan," ujar Deputi Menteri Pertahanan Ash Carter, seperti dikutip CNN, Rabu (30/1/2013).
Langkah yang dilakukan ini merupakan upaya untuk mengurangi pengeluaran dari kementerian. Mereka juga harus memotong anggaran yang tidak penting hingga miliaran dolar. Hal tersebut terpaksa diambil, bila nantinya kongres gagal menyapakati pengurangan defisit.
Apa yang diambil oleh pihak Pentagon sebelumnya sudah diutarakan oleh Menteri Pertahanan Leon Panetta. Panetta telah memerintahkan pihak militer untuk memulai pemotongan anggaran, guna menghindari kesulitan ketika anggaran untuk militer dipotong oleh pemerintah.
"Ukuran pemotongan ini harus tepat dan tidak mempengaruhi kesiapan fungsi militer," tutur Panetta.
Pria tidak akan lagi menjabat sebagai menteri pertahanan ketika Presiden Barack Obama memulai masa periode keduanya. Posisi Panetta akan digantikan oleh Chuck Hagel, sebagai Menteri Pertahanan AS.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.