GUAM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menghujani wilayah Guam dengan tikus mati yang telah diberi racun. Langkah itu diambil untuk menghentikan wabah ular yang telah lama dihadapi penduduk salah satu kepulauan di Pasifik tersebut.
Ular kayu coklat mulai berkembang biak dengan subur di wilayah Guam sejak masa Perang Dunia II. Hewan melata itu mencapai Guam dengan cara menumpang kapal perang milik AS. Wilayah Guam memang berada di bawah kekuasaan AS dan menjadi salah satu pangkalan militer AS di wilayah Asia Pasifik.
Saat ini diperkirakan terdapat dua juta ular kayu coklat yang hidup di Guam. Ular tersebut dianggap menjadi penyebab utama punahnya spesies burung lokal, hewan itu juga suka menggigit penduduk walaupun bisa yang dimilikinya tidak berbahaya untuk manusia.
“Jumlah mereka sudah terlalu banyak. Tidak ada wilayah lain yang memiliki wabah ular seperti Guam,” ujar pejabat lingkungan AS, Daniel Vice, seperti dikutip Associated Press, Jumat (22/2/2013).
Pemerintah AS pun menyiapkan strategi untuk mengurangi populasi ular kayu coklat dari Guam. Mereka berencana untuk menghujani wilayah Guam dengan tikus mati, khususnya di wilayah hutan tempat habitat si ular. Tikus itu akan disuntik dengan zat acetaminofen yang beracun bagi ular tersebut.
“Metode ini sebenarnya dapat berakibat buruk bagi hewan lain yang juga memakan tikus itu. Kami saat ini terus mengembangkan cara yang lebih efektif untuk menghadapi wabah ular,” tambah Vice.
Operasi tersebut direncanakan akan dilakukan pada April hingga Mei mendatang. Salah satu tempat yang akan dihujani dengan tikus mati adalah Pangkalan Udara militer AS di Guam untuk mencegah menyebarnya wabah ular ke pulau-pulau lainnya di Pasifik.
(Fajar Nugraha)