KAIRO – Presiden Mesir Mohammad Morsi, kembali mengutarakan ajakan untuk berdialog kepada pihak oposisi. Ajakan itu dikeluarkan di tengah persiapan pemilu Parlemen Mesir yang rencananya diadakan pada 22 April mendatang.
“Saya meminta seluruh elemen masyarakat di Mesir agar ikut dalam acara dialog untuk menjamin berjalannya proses pemilu yang adil dan transparan,” ujar Morsi seperti dikutip Reuters, Senin (25/2/2013).
Kondisi politik Mesir kini memang tidak pernah jauh dari gejolak, banyak kelompok oposisi yang menolak kepemimpinan Pemerintahan Morsi yang dianggap terlalu didominasi oleh kelompok Ikhwanul Muslimin. Beberapa tokoh oposisi bahkan mengancam akan memboikot pemilu parlemen mendatang dan meminta Pemerintah Mesir kembali dipegang oleh pihak militer.
Saat mantan Presiden Husni Mobarak berhasil dijatuhkan dalam gerakan Arab Spring, pihak militer memang sempat mengambil alih kekuasaan di Mesir. Namun mereka akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada Morsi yang berhasil memenangkan pemilu presiden tahun lalu.
Morsi sendiri mengklaim sampai saat ini hubungan antara pemerintahannya dengan militer Mesir masih tetap kompak. Sebelumnya beredar rumor bahwa militer Mesir mulai gerah dengan Morsi yang mereka anggap tidak mampu meredam ketegangan politik di negara itu.
“Tidak mungkin ada perbedaan pendapat antara pemerintah dengan militer. Saya yakin pemimpin milter di Mesir adalah tentara yang profesional,” pungkas Morsi.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.