TEL AVIV - Presiden Israel Shimon Peres langsung mengeluarkan komentarnya untuk menyikapi serangan roket di Kota Ashkelon. Peres menegaskan, Israel tidak pernah berdiam diri bila diserang dengan Roket.
"Pemerintah Israel tidak pernah diam dalam menyikapi serangan roket. Hamas tahu, bila mereka menembakkan roketnya, mereka dihukum dan oleh karena itu mereka dituntut menahan diri," ujar Peres, seperti dikutip Ynet, Selasa (26/2/2013).
"Ini adalah peristiwa yang tidak umum, namun meski tidak umum, peristiwa ini harus segera ditindak," tegas Peres.
Seperti diketahui, roket kembali menyerang salah satu kota di Negeri Yahudi itu pada hari ini. Serangan roket itu merusak jalanan namun tidak menimbulkan korban jiwa.
"Ledakan kembali terdengar di wilayah Ashkelon dan kami menemukan ada satu roket yang tersangkut menimbulkan kerusakan di jalanan, namun tidak melukai warga," ujar juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld.
Brigade Jihad Al-Aqsa yang merupakan sayap militer Fatah mengklaim bertanggung jawab dalam insiden serangan itu. Fatah mengatakan bahwa tembakan roket yang ditujukan ke Kota Ashkelon adalah serangan balasan atas kematian tahanan Palestina, Arafat Jaradat.
"Kebebasan dicapai lewat pengorbanan dan kita harus melawan musuh kita dengan cara yang memungkinkan," demikian pernyataan dari Brigade Jihad Al-Aqsa.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.