SIDOARJO - Sebanyak 33 imigran gelap etnis Rohingya kabur dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur, dan penginapan sementara Istana Permata Hotel, Juanda, Sidoarjo. Mereka diketahui melarikan diri dalam dua tahap saat proses pemeriksaan oleh petugas imigrasi.
Penampungan para imigran itu berada di bagian belakang kompleks kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya.
Ironisnya, 33 dari 36 imigran itu kabur saat petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan di salah satu ruangan di lantai II. Tiga imigran yang tidak kabur adalah seorang perempuan dan dua anaknya.
Kaburnya 33 imigran asal Rohingya yang ditangkap petugas Polda Jatim di Apartemen Puri Darmo Residence, Surabaya, itu akibat kurangnya pengawasan dan sempitnya ruang karantina.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Dahlan Pasaribu, Selasa (9/4/2013), mengatakan, tahap pertama ada 15 imigran yang kabur dengan cara melompati pagar belakang. Disusul, 18 orang yang kabur saat diinapkan di Istana Permata Hotel, Juanda, Sidoarjo.
Petugas imigrasi dan dibantu jajaran Polda Jatim tengah melakukan pengejaran ke sejumlah daerah di Jatim.
Sementara itu, terkait kaburnya 33 imigran, beberapa petugas imigrasi diperiksa di Kantor Kanwil Kemenkum HAM Surabaya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.