BOSTON – Dokter di Rumah Sakit boston menceritakan pengalamannya merawat korban Bom boston. Dia mengatakan banyak korban datang dengan kaki yang hancur.
“Saya tidak pernah melihat kejadian seperti ini selama menjadi dokter. Saya merasa seperti berada di tengah-tengah perang,” ujar pimpinan ruang UGD Rumah Sakit Umum Massachusetts Dokter Alisdair Conn.
“Banyak korban yang datang dengan kaki yang hancur. Kami terpakas amelakukan amputasi kepada mereka,” tambahnya.
Dokter itu menyakan rumah sakitnya merawat sekitar 29 korban serangan bom. Delapan diantaranya kini sedang berada dalam kondisi kritis.
Saat ini serangan bom itu telah memakan korban jiwa sebanyak tiga orang. Namun jumlah tersebut dapat terus bertambah.
Bom meledak di dekat garis finish sebuah lomba maraton yang digelar Senin 15 April waktu Boston. Banyak korban adalah peserta lomba dan penonton yang sedang berkumpul di lokasi kejadian.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.