Harkitnas Jadi Momen Pecut Perjuangan Generasi Muda

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Senin 20 Mei 2013 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 20 373 809515 yFLfDM9Q4Q.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

DEPOK - Pemerintah Kota Depok menggelar upacara hari kesadaran nasional Mei dirangkai hari pendidikan nasional dan hari kebangkitan nasional ke-105 tahun 2013 tingkat Kota Depok, Senin 20 Mei.

 

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail membacakan sambutan Menteri komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Tifatul Sembiring. Ia mengatakan, dengan memahami sejarah, akan menanamkan etos perjuangan bagi generasi berikutnya.

 

"Yaitu perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan. Melalui peringatan Harkitnas ini, marilah kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini," ujarnya dalam sambutannya, Senin (20/5/2013).

 

Nilai-nilai Harkitnas tersebut, kata Nur Mahmudi, masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian.

 

"Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa globalisasi. Akan diuji daya saing dan keunggulan bangsa ini di tengah-tengah ajang kompetisi antarbangsa. Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar, menjadi satu kesatuan," kata Nur Mahmudi menyampaikan pidato Menkominfo.

 

Ia menambahkan momentun Harkitnas ini harus mampu melecut kembali nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan Cinta Tanah Air. Generasi muda harus menjadi pejuang dan petarung yang tangguh bagi kejayaan bangsa.

 

"Karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah. Tidak ada bangsa yang akan maju tanpa perjuangan keras. Tidak ada bangsa yang akan majutanpa pengorbanan. Dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha mengubah diri mereka masing-masing," paparnya.

 

Untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setiap elemen harus meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok.  Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern.

 

"Saya pribadi berpesan agar para orangtua bersungguh-sungguh mendidik anak-anaknya menjadi generasi pintar dan soleh, memberikan pemahaman tentang lingkungan sekitar mereka, agar mengikuti hal-hal baik, dan menghindari yang buru," jelasnya.

 

Nur Mahmudi meminta agar para anak didik lebih bijaksana dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, dan digunakan kepada hal-hal yang meningkatkan prestasi. Para guru juga diimbau agar membimbing dalam penggunaan kemajuan teknologi untuk mengarahkan kepada hal-hal yang positif dan berguna.

 

"Hal tersebut dilakukan dalam rangka menuju Depok Cyber City demi mencapai kemajuan generasi bangsa. Bahkan home visit perlu dilakukan dalam rangka pembinaan kepada anak-anak yang bermasalah, demi membangkitkan semangat dan memajukan generasi muda Indonesia," tandasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini