BRUSSELS – Uni Eropa (UE) memutuskan tidak memperpanjang embargo senjatanya ke Suriah. Embargo tersebut akan berakhir masa berlakunya 1 Juni mendatang.
Keputusan itu diambil dalam pertemuan menteri luar negeri negara anggota UE di Kota Brussels. Meskipun telah menyetop embargo, UE masih belum mau memberi bantuan senjata ke oposisi Suriah.
“UE harus mengetahui batasannya. Kita organisasi damai bukan organisasi perang,” ujar Menlu Australia Michael Spindelegger, seperti dikutip BBC, Selasa (28/5/2013).
Oposisi Suriah saat ini sedang dalam keadaan terjepit. Mereka harus meghadapi koalisi pasukan Suriah-Hizbullah dan perkembangan militan AL Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
Prancis dan Inggris selama ini mendorong negara Barat mau memberi bantuan senjata ke oposisi Suriah. Namun permintaan kedua negara itu selalu ditolak Amerika Serikat dan Negara Eropa lainnya.
“(Bantuan senjata) sangat penting untuk memaksa rezim Assad ke meja negosiasi,” pungkas Menlu Inggris William Hague.
Konflik suriah telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Konflik itu sudah memakan 80 ribu korban jiwa dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.