SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye dan Presiden China Xi Jinping, dipastikan mengadopsi deklarasi bersama untuk mendukung proses denuklirisasi Korea Utara (Korut). Kedua pemimpin itu juga dipastikan akan segera bertemu bulan depan.
Sumber yang menolak menyebutkan identitasnya mengatakan, Korsel dan China kini sudah mulai merapatkan barisannya untuk menyikapi masalah Korut. Park juga sepakat mengunjungi Negeri Panda dan mengedakan pertemuan pertamanya dengan Xi.
"Isu nuklir Korut akan menjadi bagian penting dalam deklarasi bersama itu. Ada kemungkinan, kata 'denuklirisasi' itu dimasukkan dalam deklarasi bersama guna menyelesaikan permasalah itu," ujar sumber tersebut, seperti dikutip Yonhap, Kamis (30/5/2013).
Bila memang deklarasi itu akan diumumkan, komitmen Pemerintah China untuk menaklukkan nuklir Korut dinilai cukup besar. Belakangan ini, China pun sering membahas proses denuklirisasi itu dengan banyak negara.
Seperti diketahui, Korut baru saja mengirim delegasi khususnya ke China untuk bertemu dengan Xi. Delegasi Korut itu menyatakan kesiapannya untuk memulai kembali Dialog Six Party mengenai proses denuklirisasi.
Menurut pantauan Amerika Serikat (AS), kondisi di Semenanjung Korea dinilai lebih tenang ketimbang sebelumnya. Korut juga sudha mengizinkan beberapa manajer-manajer perusahaan Korsel memasuki wilayahnya di Kaesong, yang ditutup tepat pada saat Korut berseteru dengan Korsel.
Meski demikian, negeri komunis Korea itu sempat memberi peringatan ke China bahwa tidak ada satupun pihak yang sanggup menjamin ketenangan di Semenanjung Korea. Perseteruan atau konflik bisa terjadi kapan saja bila ada kesalahan fatal yang muncul.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.