Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Senin, 03 Juni 2013 |10:33 WIB
Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami
Orola (kanan) bersama Noten (tengah), Mittamoni (kiri) dan anak mereka (Foto: Guardian)
A
A
A

DHAKA – Tradisi unik dimiliki komunitas Mandi di Bangladesh. Seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya.
 
Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal dimana perempuan menjadi pemimpin keluarga. Namun, perempuan Mandi masih membutuhkan peran pria untuk membantu mengurus ladang.
 
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, karena sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
 
“Saya sangat muda saat dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,” ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian, Senin (3/6/2013).
 
Orola bersama ibunya, Mittamoni, berbagi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten saat dirinya masih berumur tiga tahun.
 
Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk karena saling berebut perhatian Noten.
 
 “Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar bisa bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak bisa meminta nasihat darinya soal keluarga,” terang Orola.
 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement