SEMARANG - Sebanyak 12.165.373 orang tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur Jateng 2013 yang digelar pada Minggu, 26 Mei. Sejumlah faktor penyebabnya antara lain karena meninggal dunia, bekerja saat hari pencoblosan, serta secara sengaja tidak menggunakan hak pilih.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah (KPU Jateng), Andreas Pandiangan, mengatakan, dari 27.385.985 jiwa yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 15.261.268 jiwa yang menggunakan hak pilihnya. Sementara sisanya yakni sebesar 44,27 persen tidak hadir karena berbagai faktor.
“Kami kelompokkan ada tujuh kategori yang tidak menggunakan hak pilihnya yaitu merantau 32,64%, bekerja 15,81%, sekolah 1,57 %, meninggal 0,37%, sakit 0,23%, dan lain-lain 48,46%,” ujar Andreas di Semarang, Selasa (4/6/2013).
Dia menjelaskan, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, tingkat partisipasi masyarakat tertinggi yakni di Kabupeten Temanggung sebanyak 82,89 persen.
"Tertinggi di Kabupaten Temanggung sebanyak 82,89% dari total DPT di sana, padahal bebarengan dengan pemilihan bupati. Sedangkan partisipasi terendah ada di Pati yaitu 44,52%," beber Andreas.
KPU Jateng masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut mengenai faktor lain yang menyebabkan pemilih tidak memberikan hak pilihnya. “Kami melihat kemungkinan ada banyak pemilih yang memang sengaja tidak memberikan hak suaranya, kendati sudah tau ada penyelenggaraan pilgub,” ungkapnya.
Meski demikian, menurutnya, jumlah keikutsertaan pemilih dalam Pilgub Jateng 2013 meningkat dibanding Pilgub Jateng 2008. "Tahun 2008 partisipasi sebanyak 55,03 %, Pilgub kali ini meningkat keikutsertaannya menjadi 55,73%," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.