Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat: Taufiq Kiemas Pelengkap Kekurangan Megawati

Rizka Diputra , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2013 |08:02 WIB
Pengamat: Taufiq Kiemas Pelengkap Kekurangan Megawati
Mega dan Puan antar jenazah Taufiq Kiemas (foto: Heru Haryono/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Keberadaan almarhum Taufiq Kiemas semasa hidupnya, dipercaya sebagai lidah penghubung antara PDIP sebagai partai oposisi dengan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Keberadaan Taufiq selama ini berfungsi menjadi pelengkap dari Megawati, sehingga kini seperti ada yang hilang dari pondasi yang selama ini telah terbangun.

"Saya kira  memang PDIP dan bangsa Indonesia kehilangan tokoh, politisi senior dan negarawan yang menjadi jangkar beragam kekuatan berbeda-beda," ujar analis politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Gun Gun Heryanto kepada Okezone, Minggu (9/6/2013) malam.

Menurutnya, Taufiq Kiemas selalu mengembangkan pola komunikasi politik yang sirkular dan bukan linear. Taufiq dinilai tidak kaku, namun senantiasa membuka zone of possible agreement dengan banyak pihak termasuk lawan politik PDIP dan dirinya sendiri.

"TK bagi PDIP sendiri memiliki posisi unik, karena sebagai keluarga inti Mega, yang juga ketua umum PDIP, TK memainkan peran sebagai pemberi kritik konstruktif dan melengkapi kekurangan Bu Mega," imbuh Gun Gun.

Hal tersebut kata dia, tercermin dari upaya memfasilitasi hubungan Mega-SBY. Sehingga, dengan tiadanya Taufiq Kiemas, tentu hal yang harus dikembangkan di PDIP adalah sosok-sosok yang juga bisa memainkan peran sebagai impartial leader yang kuat sehingga sistem organisasi akan sehat.

"TK diberbagai kesempatan sudah mendorong perlunya regenerasi kepemimpinan nasional dan mendukung tampilnya generasi muda baik di jabatan RI 1, caleg, pengurus partai maupun pilkada-pilkada," katanya.

Menurut Gun Gun, hal ini menjadi pernyataan menarik dan patut ditindaklanjuti sebagai bagian dari kanalisasi SDM. Kaderisasi menjadi salah satu kunci utama transformasi PDIP sebagai partai modern.

"Sentralisasi power Ibu Mega dan menjadikan Soekarnoisme sebagai referent power harus sudah diperkuat dengan bangunan sistem organisasi," pungkasnya.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement