TULUNGAGUNG - Tim arkeolog muda dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali melakukan eskavasi subfosil purba di situs prasejarah Song Gentong di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Tim mendapati benda-benda prasejarah berusia ribuan tahun sebelum Masehi yang diduga berasal dari zaman neolitikum.
Eskavasi menggunakan teknik blok dengan melakukan split pada lima kotak. Posisi kotak yang persis berada di pintu masuk goa purba Song Gentong tersebut diidentifikasi sebagai konsentrasi benda-benda prasejarah.
Selama proses eskavasi, tim menemukan ratusan artefak atau fragmen benda-benda prasejarah, seperti alat dari tulang dan batu, gigi gajah, batu, kerang, serta tulang vertebrata.
Arkeolog dari UGM, Agus Tri Haskaryo, menjelaskan, tujuan eskavasi tersebut untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa Tulungagung pernah menjadi rumah manusia purba.
Situs Song Gentong, jelas arkeolog spesialis geologi itu, diduga pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah zaman neolitik.
Hasil temuan sisa-sisa subfosil itu semakin memperjelas sejarah migrasi dan lokasi hunian manusia prasejarah neolitik di Nusantara. Rencananya, hasil temuan arkeolog tersebut akan dipamerkan di Balai Desa Song Gentong.
(Anton Suhartono)