KUALA LUMPUR – Kabut asap kembali menyelimuti wilayah udara Malaysia. Periode Mei-September memang merupakan musim kabut asap bagi Malaysia.
Seperti dilansir AFP, Senin (17/6/2013), kabut berasal dari kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera. Pemerintah Malaysia mencatat ada 46 titik api di Sumatera yang tertangkap oleh satelit.
Pengukur polusi udara menunjukan kabut asap berada dalam tingkat yang tidak sehat di enam wilayah. Daerah yang mengalami kabut asap terparah antara lain Port Dickson dan Port Klang.
Pemerintah Malaysia menyebut, kabut asap itu dibawa oleh angin monsun ke Malaysia. Kabut tidak hanya mengganggu kesehatan warga Malaysia, namun juga menghambat sektor pariwisata.
Kabut Asap terbesar dialami Malaysia pada 1997-1998. Saat itu kabut menimbulkan kerugian hingga USD9 miliar atau setara dengan Rp88,8 triliun (Rp9.875 per USD).
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.