MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, kurang lebih 80 persen dari pejabat Uni Soviet adalah seorang Yahudi. Mereka semua dipandu oleh pertimbangan ideologi yang palsu.
"Keputusan untuk menasionalisasi perpustakaan ini dilakukan oleh pemerintah awal Uni Soviet, yang 80 hingga 85 persen adalah warga Yahudi," ujar Putin saat mengunjungi Museum Yahudi dan Pusat Toleransi di Kota Moskow, seperti dikutip Haaretz, Kamis (20/6/2013).
Dalam kunjungan itu, Putin berpidato dan membahas Pemimpin Gerakan Chabad-Lubavitch, Rabbi Joseph I. Schneerson. Buku-buku karangan Schneerson yang ada di Amerika Serikat (AS) kini mulai dipindahkan di museum Moskow itu.
Putin turut menyinggung, para politisi Yahudi Uni Soviet dituntun oleh pedoman yang salah. Mereka justru mendukung penangkapan dan pendiskriminasian terhadap warga Yahudi, Kristen Orthodoks dan Muslim. Mereka mengkategorikan umat beragama itu menjadi satu kategori yang sama.
"Terima kasih, ideologi dan kesalahan persepsi itu sudah runtuh. Dan saat ini, kami mengembalikan buku-buku ini kepada komunitas warga Yahudi dengan senyum yang bahagia," imbuhnya.
Seperti diketahui, politisi Yahudi mendominasi Dewan Komisariat Warga Uni Soviet. Dewan itu dibentuk pada 1917 silam, dan terdiri dari 16 pemimpin.
Dari 16 pemimpin itu, ada Vladimir Lenin, Menteri Luar Negeri Leo Trotsky dan Joseph Stalin. Saat itu Stalin bertugas sebagai Komisariat Nasionalitas Rakyat di lembaga tersebut.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.