Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hujan Peluru, Warga Gunungkidul Masih Trauma

Markus Yuwono , Jurnalis-Senin, 01 Juli 2013 |14:30 WIB
Hujan Peluru, Warga Gunungkidul Masih Trauma
Warga menunjukkan lobang di asbes terkena peluru (Markus Yuwono/Sindo Radio)
A
A
A

GUNUNGKIDUL - Warga mengaku trauma pasca-hujan peluru yang terjadi di Dusun Gading IV, Kelurahan Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sekira pukul 09.30 WIB.

"Kaya perang dan saya takut peluru nyasar di badan saya," kata Ning seorang warga, Senin (1/7/2013).

Menurutnya, rentetan tembakan menggambarkan tengah terjadi perang, sehingga warga di sana ketakutan. Saat kejadian, dia berada di luar rumah untuk menjemur pakaian anaknya. "Sesaat mendengar tembakan, saya langsung menyelmatkan diri bersama bayi saya," imbuhnya.

Dia mengaku trauma dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ning menyelamatkan diri ke balai desa setempat. "Semoga tidak terulang lagi, saya takut," tambahnya.

Senada diutarakan Wartinah. Dia mengaku ketakutan, apalagi rentetan peluru baru kali ini terdengar di dusun yang tidak jauh dari pangkalan udara Gading itu. "Ini kejadian yang pertama kali," katanya.

Berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian Polsek Playen, kerusakan akibat terkena proyektil nyasar berjumlah 16 rumah warga. Pencarian proyektil oleh petugas TNI AU dan polisi masih berlangsung.

"Kerusakan rumah terjadi di Dusun Gading IV sebanyak 11 rumah dan sisanya di Dusun Gading III," papar Kapolsek Playen, AKP Luthfi.
 
Dia menjelaskan, dari penyusuran petugas di lapangan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Selanjutnya kejadian ini ditangani TNI AU,” imbuhnya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement