Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Deloitte-IAAER Scholar

Kiprah Akuntansi Singgih Diakui Dunia

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2013 |17:02 WIB
Kiprah Akuntansi Singgih Diakui Dunia
Singgih Wijayana, Ph.D. (Foto: dok. UGM)
A
A
A

JAKARTA - Bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan sesuatu. Setidaknya itulah yang dibuktikan Singgih Wijayana, Ph.D.

Kesungguhannya menekuni akuntansi dan kiprahnya sebagai peneliti di International Financial Reporting Standard (IFRS) Center Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat kompetensi Singgih diakui dunia. Dosen akuntansi UGM ini terpilih sebagai Deloitte Touche Tohmatsu Limited (DTTL) and the International Association for Accounting Education & Research (IAAER) Scholar.

Menurut Singgih, Deloitte-IAAER Scholarship adalah program prestisius dengan persyaratan sangat ketat. "Selain memiliki rekam jejak yang terbukti dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan pelaporan akuntansi/keuangan yang efektif dan/atau audit di pasar lokal, kandidat juga harus mampu mengartikulasikan visi yang jelas untuk masa depan pelaporan keuangan dan/atau audit di pasar lokal, dan tentu saja mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang bagus," ujar Singgih, seperti dikutip dari keterangan tertulis UGM kepada Okezone, Kamis (29/8/2013).

Program Deloitte IAAER Scholarship akan memberi perspektif luas tentang pendidikan akuntansi lokal. Dengan begitu, pendidikan akuntansi lokal dapat dihubungkan dengan perkembangan akuntansi global. Program ini juga bertujuan meningkatkan modul pengajaran dan penelitian akuntansi lokal berwawasan dunia.

"Dalam jangka panjang, program ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas akuntansi, audit dan pelaporan keuangan di pasar di seluruh dunia," kata Singgih.

Terpilih sebagai Deloitte IAAER Scholar barulah langkah awal. Singgih bersama scholar lain harus berupaya keras dalam mewujudkan tujuan program. Dalam proses ini, mereka akan dibimbing para mentor dengan reputasi dunia. Para mentor ini bertugas membantu scholars meningkatkan daya jangkau mereka terhadap tokoh-tokoh akuntansi yang diakui internasional, praktik terbaik dalam pendidikan dan penelitian akuntansi dan bisnis, serta jaringan global rekan sejawat.

Di antara deretan mentor itu adalah mantan anggota the Financial Accounting Standards Board, Katherine Schipper (Duke University); mantan anggota the International Accounting Standards Board, Mary Barth (Stanford University); Chika Saka (Kwansei Gakuin University); Sidney Gray (University of Sydney); dan Ann Tarca (University of Western Australia).

Pencapaian ini mengantarkan Singgih pada kesempatan menghadiri joint conference dengan International Section of the American Accounting Association. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihelat di San Antonio, Texas pada 20-22 Februari 2014. Singgih juga akan menghadiri The IAAER World Congress of Accounting Educators and Researchers di Florence, Italia,  13-15 November 2014.

Sebelum Singgih, dosen Akuntansi UGM Supriyadi, Ph. D. juga meraih Deloitte-IAAER Scholar pada 2012-2013. Prestasi dua dosen Akuntansi UGM ini pun membuat bangga Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Prof. Ainun Na’im, Ph.D. Pria yang juga merupakan pengajar jurusan akuntansi UGM itu berharap UGM, khususnya jurusan Akuntansi, akan segera menorehkan prestasi-prestasi lain.

"Ini berita yang bagus bagi jurusan akuntansi UGM khususnya dan Indonesia pada umumnya bahwa kita mempunyai universitas yang reputasinya diakui dunia," kata Ainun.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement