PURWOREJO - Sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dibangun pemerintah setempat untuk warga tiga desa di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mangkarak sejak setahun lalu. Warga berharap pemerintah memperbaiki SPAM karena di musim kemarau, seperti saat ini, mereka kesulitan mencari air bersih.
Melewati jalananan terjal dan naik turun bukit menjadi rutinitas warga tiga desa, yakni Gunung Teges, Sokogelap, dan Purbayan, di Kecamatan Kemiri, demi bisa mendapat air bersih. Dua bulan terakhir, mereka mencari air ke kampung tetangga yang masih memiliki sumber air.
Sebenarnya, ada bak SPAM dengan pipa paralon berdiameter 3,5 inchi. Sayangnya, air tidak mengalir sejak instalasi itu selesai dibangun sejak 2012. Padahal dana yang dikeluarkan Pemkab Purworejo untuk membangun SPAM tidak sedikit, yakni ratusan juta rupiah.
Diperkirakan, beratnya medan menjadi pemicu air tidak mengalir sampai ke bak penampungan. Ini karena jarak antara sumber mata air di hutan Serwiten Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, dan Desa Gunung Teges, mencapai enam kilometer. Selain itu, pipa yang dipasang harus melewati Desa Purbayan yang dipisahkan lembah.
Kontraktor membangun pipa berkelok-kelok hingga ke dasar lembah, lalu menyambungnya hingga naik bukit sampai ke Desa Gunung Teges. Di desa itu dibangun tiga bak penampung air yang hingga kini tak terisi.
“Kondisi medan diduga tidak mampu dilalui tekanan air hingga sampai ke desa kami. Beberapa pipa juga pecah karena tidak mampu menahan tekanan air. Sedianya proyek itu mampu mencukupi kebutuhan air bersih untuk ratusan kepala keluarga di tiga desa,” ujar Budiono, perangkat Desa Gunung Tegas, Selasa (24/9/2013).
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan. Pasalnya, kini mereka harus kerja keras mencari air di kampung tetangga yang jaraknya lebih jauh.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.