Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brasil Kutuk Penyadapan AS di Panggung PBB

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Rabu, 25 September 2013 |12:08 WIB
Brasil Kutuk Penyadapan AS di Panggung PBB
Dilma Rouseff di PBB (Foto: AFP)
A
A
A

NEW YORK – Presiden Brasil Dilma Rouseff, mengutuk aski penyadapan Amerika Serikat (AS) saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-68. Rouseff menuduh AS telah melanggar hukum internasional.
 
“Semua data milik warga disadap. Informasi perusahaan dan misi diplomatik Brasil menjadi sasaran utama,” ujar Rouseff di hadapan pemimpin dari 192 negara anggota Majelis Umum PBB lainnya, seperti dikutip Guardian, Rabu (25/9/2013).
 
Kecaman Brasil menjadi pukulan tersendiri bagi AS. Berbeda dengan Iran dan Korea Utara (Korut) yang memang dianggap sebagai musuh AS, Brasil sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Negeri Paman Sam itu.
 
Respons keras Brasil terhadap penyadapan AS menunjukkan menurunnya pengaruh AS di dunia internasional.
 
 “Tindakan AS merupakan pelanggaran hukum internasional. Penyadapan tidak bisa diterima di antara komunitas negara-negara yang bersahabat,” lanjut rouseff.
 
Pemerintah AS sudah berjanji akan menjelaskan aksi penyadapannya ke Brasil. Namun, janji tersebut sampai kini tidak juga dipenuhi.
 
Rouseff tidak hanya merespons aksi AS melalui kata-kata saja. Sebelumnya, dia juga membatalkan pertempuan dengan Presiden AS Barack Obama sebagai bentuk protes. Pemerintah Brasl juga mengkaji kembali rencananya membeli pesawat tempur dari AS.
 
Penyadapan AS terhadap Brasil pertama kali diungkap oleh suratkabar El globo. Harian itu mendapat dokumen rahasia intelijen AS dari mantan karyawan CIA, Edward Snowden.
 
 
 

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement