Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Cegah Kecurangan Pemilu

Kekuatan Mahasiswa Paling Kuat di Masyarakat

Prabowo , Jurnalis-Minggu, 29 September 2013 |18:10 WIB
Kekuatan Mahasiswa Paling Kuat di Masyarakat
Ilustrasi. (Foto: Orange)
A
A
A

YOGYAKARTA - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu-RI) mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda dan mahasiswa turut berpartisipasi dalam mengawasi pemilu pada 2014 mendatang. Pasalnya, kebohongan, kecurangan, dalam proses pemungutan suara tidak asing terdengar dalam proses demokrasi di negeri ini.

Ketua Bawaslu RI, Muhammad ingin melaksanakan pemilu yang diinginkan oleh semua orang. Pemilu yang bersih, berkualitas, dan bermartabat.

"Peran mahasiswa dan kaum muda sangat dibutuhkan, melalui gerakan satu juta gerakan pengawas pemilu kita berharap, pemilu nanti bisa lebih bersih, tidak ada kecurangan dan kebohongan," katanya dalam sambutan Launching Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu Bagi Pemilih Pemula, di Gedung Sportorium Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), akhir pekan ini.

Pemberian kartu ID-Card relawan pengawas pemilu diberikan kepada tiga mahasiswa perwakilan. Muhammad menyampaikan, mahasiswa memiliki kekuatan berpengaruh di masyarakat. Kaum akademisi juga dapat mengalahkan kekuasaan, seperti peristiwa reformasi pada 1998 silam.

"Kaum muda seperti mahasiswa memiliki kekuatan paling kuat di masyarakat. Jadi kalau mahasiswa dan kaum muda ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu, maka pemimpin di negeri akan diisi oleh orang-orang yang berkualitas," ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menyampaikan, mahasiswa yang berpartisipasi aktif bisa berdampak pada pemilihan anggota legislatif dan presiden yang berkualitas pula.

"Di tangan pemuda kita mengharapkan kejayaan di negeri ini. Masa depan bangsa juga ditentukan oleh para pemuda, karena pemuda memiliki semangat untuk memajukan bangsa ini," katanya.

Irman berharap dengan adanya gerakan satu juta relawan pengawas pemilu tersebut dapat menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam setiap pemilihan. Mahasiswa dan kaum muda juga tidak hanya terlibat dalam pemilihannya saja, tapi juga dalam pengawasannya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu periode 2009-2011, Bambang Eka Cahya WIdodo mengatakan bahwa pemilu yang bersih, berkualitas, dan bermartabat itu harus menjadi mindset bagi semua masyarakat, sehingga gerakan berikutnya dapat dijalankan secara sukarela. Karena gerakan ini merupakan gerakan sosial.

"Butuh partisipasi dari semua elemen masyarakat. Dan di sinilah tugas mahasiswa atau kaum muda untuk mengajak masyarakat," tegasnya.

Akademisi yang juga dosen Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMY ini juga menjelaskan bahwa banyak model-model kecurangan yang terjadi pada proses pemilihan yang bisa diawasi oleh mahasiswa. Kecurangan itu bisa dalam bentuk menghalangi orang lain untuk memilih, penghitungan suara yang dilebihkan atau dikurangi, atau membeli undangan pemilih lain agar tidak bisa menggunakan hak suaranya.

"Di sini, tugas para relawan menjadi bisa efektif mencegah. Anda bisa memotret kecurangan-kecurangan, hasilnya bisa dikirimkan langsung kepada Bawaslu provinsi atau pusat. Kecurangan itu juga bisa dibuktikan dalam bentuk rekaman. Rekan-rekan mahasiswa bisa jadi sangat efektif membantu mengawasi apa yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement