Share

Evaluasi Bidang Pendidikan Era Jokowi-Ahok

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 17 Oktober 2013 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 17 373 883081 3yzdSo7GS3.jpg Foto : Dok Okezone

JAKARTA - Penerapan Kurikulum 2013 di beberapa sekolah DKI Jakarta masih simpang siur. Pasalnya, meski para guru sudah dilatih dalam pelatihan kurikulum 2013, tetapi masih saja bingung

 

Demikian disampaikan oleh Koordinator Tim Kajian Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) Retno Listyarti dalam mengidentifikasi temuan hasil kajian evaluasi satu tahun pendidikan DKI Jakarta di bawah pemerintahan Jokowi-Ahok.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selain itu, kurikulum 2013 di DKI Jakarta dinilai terdapat permasalahan, antara lain penghamburan biaya pelatihan yang bersumber dari Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada sekolah nonsasaran. Tetapi kurikulum 2013 batal dilaksanakan di sekolah-sekolah tersebut. Kemudian pembebanan biaya penggandaan buku pemerintah yang bersumber dari orangtua atau dana masyarakat.

"Beban pembiayaan pada orangtua di SMA, baik sekolah sasaran maupun non sasaran," ujarnya dalam jumpa pers Evaluasi Satu Tahun Pendidikan DKI Jakarta di Era Jokowi-Ahok, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2013).

Identifikasi masalah lainnya yaitu mengenai pembelian perlengkapan sekolah yang tidak sesuai kebutuhan sekolah. Seperti alat-alat laboratorium, padahal yang dibutuhkan adalah bahan-bahan praktek di laboratorium IPA dan kursi-kursi SD padahal yang meminta pengajuan kursi adalah SMP. Kemudian, mesin fotocopy dengan jenis tinta mahal, yakni Rp 6 juta per botol. Padahal yang dibutuhkan fotocopy biasa atau hitam putih.

"Sekolah juga tak mampu membeli tinta warna sehingga mesin fotocopy akan jarang digunakan, bahkan mungkin tidak bermanfaat lagi karena ketiadaan tinta," ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini