Share

Masyarakat pun Bisa Latih Guru

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Senin 02 Desember 2013 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 02 560 905764 p1kVz0d05m.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

JAKARTA - Dalam waktu dekat, pemerintah akan memberikan porsi lebih besar kepada masyarakat dalam melatih para guru. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan 1,3 juta guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Caranya tentu tidak sembarangan. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, Kemendikbud akan bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang mengurusi pendidikan seperti Majelis Muhammadiyah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ma'arif Nahdlatul Ulama, Majelis Pendidikan Kristen, Majelis Pendidikan Konghucu, Hindu, dan Budha dalam program pelatihan guru tersebut.

Selama ini, pelatihan hanya diampu oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan dinas pendidikan. Meski melibatkan publik, pemerintah pusat, kata Nuh, tetap berwenang dalam standar pelatihan, instruktur nasional, dan pembiayaan.

"Kami dukung dan kami berikan standar, termasuk bentuk laporannya," ujar Nuh, seperti disitat dari laman Kemendikbud, Senin (2/12/2013).

Mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu mencontohkan, Majelis Pendidikan Kristen bisa melatih guru-guru di Provinsi Papua atau Nusa Tenggara Timur. Pelatihan ini berlangsung selama 52 jam dalam satu minggu.

"Satu instruktur dapat melatih beberapa guru," tuturnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini