Share

Guru Jangan Takut Kurikulum Baru

Margaret Puspitarini, Okezone · Kamis 12 Desember 2013 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 12 560 911495 IAxHoqyabR.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

JAKARTA - Sejumlah guru masih sangsi dengan pelaksanaan Kurikulum 2013. Tidak terkecuali guru di SMP Islam Terpadu Harapan Bunda, Penggaron, Semarang. Bahkan, mereka khawatir perubahan Kurikulum 2013 membenarkan pameo "ganti menteri, ganti kurikulum."

Menjawab kekhawatiran tersebut, Profesor Pendidikan Vokasi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Joko Widodo berusaha meyakinkan para guru. Menurut Joko, guru tidak perlu khawatir perubahan karena itu dilakukan demi perbaikan dalam pendidikan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Yakinlah, Bapak dan Ibu sekalian. Kurikulum 2013 dibuat untuk menjawab perubahan, supaya pendidikan kita bisa lebih baik. Yang perlu kita lakukan adalah merespons perubahan kurikulum itu dengan manajemen sekolah dan manajemen kelas yang lebih prima," ujar Joko, seperti dikutip dari laman Unnes, Kamis (12/12/2013).

Selain kekhawatiran itu, guru mengaku masih kesulitan menggunakan format penilaian dalam Kurikulum 2013. Pasalnya, format penilaian Kurikulum 2013 berbeda jauh dengan format penilaian sebelumnya.

Jika sebelumnya guru membuat laporan akademik dengan skala dalam bentuk angka, pada Kurikulum 2013 guru diharuskan membuat laporan deskriptif. โ€œSistem evaluasi, alokasi waktu, dan distribusi mata pelajaran untuk muatan lokal, juga kami anggap memberatkan," ujar salah seorang guru, Ahmad Rifai.

Pertanyaan dan keraguan atas penerapan Kurikulum 2013 terus mengemuka. Namun, melalui Program Professor Go to School Unnes itu, Joko diharapkan menjadi "partner" guru menyelesaikan persoalan yang muncul dalam implementasi Kurikulum 2013.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini