"Kongres Bahasa Indonesia Memanusiakan Manusia"

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 31 Oktober 2013 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 31 560 890198 3T2Yv7KH8c.jpg Saat pembukaan Kongres Bahasa Indonesia X. (Foto: Faisal Harahap/Okezone)

JAKARTA - Bahasa tidak hanya sekadar untuk dipelajari semata. Kita mempelajari bahasa dengan seksama, yang notabene sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, manusia memiliki ilmu pengetahuan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. Dr. Mahsun M.S. mengatakan, bahasa sudah seperti anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia yang memanusiakan manusia dan manusia ditentukan oleh bahasa itu.

"Melalui bahasa, manusia memiliki ilmu pengetahuan. Kongres Bahasa Indonesia (BI) ini mampu memanusiakan manusia. Awal Kongres BI dengan Kongres BI yang selanjutnya, membuat bahasa sebagai ilmu pengetahuan," ujarnya, saat penutupan Kongres Bahasa Indonesia X, di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013).

Mahsun bercerita, 65 tahun yang lalu, tepatnya pada 25-27 Juni 1938 di Kota Solo, telah berlangsung suatu peristiwa sejarah yang tidak mungkin dapat dihilangkan dari ingatan kolektif sebagai sebuah bangsa. Yaitu peristiwa Kongres Bahasa Indonesia yang pertama.

"Kongres ini berlangsung 10 tahun setelah diikrarkannya Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 1928, yang salah satu bunyinya 'Menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia'," ucapnya.

Nah, ada yang menarik nih dari putusan yang dihasilkan dalam kongres BI yang pertama, yaitu memperkuat dan mempertegaskan kembali ikrar politis para pendiri bangsa terhadap pilihan unsur atau elemen bahasa sebagai benang pengikat nasionalisme keindonesiaan. Meskipun ada banyak contoh negara bangsa yang menjadikan kesamaan ras atau suku bangsa sebagai elemen pengikat kebangsaan mereka, seperti Afrika Selatan, Amerika Serikat (AS), dan Australia.

"Hal itu disebabkan banyaknya suku bangsa yang menjadi unsur pembentuk Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) membawa kita pada kesulitan dalam memilih, etnis manakah di antara etnis yang ada itu yang akan menjadi representasi ke-Indonesiaan kita?" ungkapnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini